pembayaran teknologi
elektronik"
Alat pembayaran adalah alat tukar menukar yang sah, secara umum
dikenal sebagai uang. Uang diakui dalam ilmu ekonomi tradisional dan modern
sebagai suatu alat pembayaran yang berlaku secara universal. Bentuk dan fungsi
dari uang itu sendiri terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat, maka fungsi dari uang juga
diharapkan dapat menjembatani proses pembayaran yang serba cepat, tepat dan
aman. Konsep ini berkembang terus sesuai dengan perkembangan jaman dan
teknologi.
Bentuk uang yang semula berupa logam dan kertas tidak lagi cukup untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat masa kini. Kini sebuah bentuk baru dari uang
tercipta,
yaitu dalam bentuk informasi dan data atau aplikasi yang
tersimpan
dalam sebuah objek yang umumnya berbentuk kartu.
dengan ini saya akan membahas apa yang dimaksud dengan alat pembayaran
elektronik serta contohnya:
Pembayaran teknologi elektroni adalah
pembayaran yang dilakukan secara terkomputerisasi .
misalnya:
Alat Kartu Pembayaran Elektronik
A
. Credit Card (Kartu Kredit)
Walaupun
belum ada pengertian kartu kredit yang diakui secara universal, namun beberapa
literatur mencoba memberikan definisi yang tepat tentang apa itu kartu kredit
antara lain dari
B
. Debit Card/ATM (Kartu Debet/ATM)
Kartu debet dan kartu ATM adalah sebuah
kesatuan, perbedaan
penyebutan dikarenakan dari penggunaannya yang multifungsi. Sebuah
kartu dapat dikatakan sebagai sebuah kartu ATM jika kartu tersebut
digunakan untuk melakukan transaksi pada mesin ATM, khususnya
ditujukan untuk mengambil dana. Jika kartu tersebut digunakan untuk
melakukan transaksi pembayaran dan pembelanjaan non-tunai dengan
menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC), maka kartu tersebut
dikenal sebagai kartu debet.
Fungsi dan kegunaan dari kartu debet dan kartu ATM adalah:
sebagai alat bantu untuk melakukan transaksi dan memperoleh informasi
perbankan secara elektronik. Kegunaan tersebut antara lain adalah untuk
melakukan penarikan tunai, setoran tunai, transfer dana, pembiayaan,
pembayaran, pembelanjaan dan informasi yang tersedia adalah informasi
saldo dan kurs. Namun seiring dengan kemajuan teknologi informasi,
fitur-fitur yang disediakan pun terus berkembang.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
C.Stored Value Card (kartu penyimpan dana)
Stored value card adalah sebuah kartu yang berfungsi untuk
menyimpan sebuah dana dengan jumlah yang telah didepositkan.
Fungsinya hampir sama dengan kartu debet, namun pada stored value card
ini tidak menyimpan identitas dari si pengguna (anonymous). Dengan istilah
stored value card ini berarti dana atau data dari dana tersebut
disimpan langsung pada kartu berupa data. Sedangkan pada penggunaan
kartu debet atau kredit dana tetap disimpan pada komputer pengelola dan
kartu berfungsi hanya sebagai alat otorisasi saja.
2. Teknologi Alat Pembayaran Elektronik:
Secara
tidak langsung transaksi elektronik adalah konversi pembayaran konvesional menjadi
bentuk data digital dengan penerapan teknik enkripsi. Data-data atau aplikasi
tersebut tersimpan dalam beberapa jenis media elektronik yang dapat di lekatkan
file-file tersebut. Jika kita melihat
pada jenis media yang biasa dipergunakan dalam transaksi elektronik berdasarkan
teknologi yang digunakan, maka media tersebut terbagi menjadi beberapa jenis,
yaitu :
A. Kartu Magnetik (Magnetic Card)
Kartu magnetik adalah kartu plastik kecil yang memiliki pita
termagnetasi di permukaannya. Kartu magnetik biasanya memiliki pita
magnetik yang mengandung 2 atau 3 jalur informasi.
Jenis informasi yang terdapat dalam kartu magnetik biasanya ada tiga macam,
yaitu offline
stripe, online stripe.
(1) Online stripe adalah jenis penyimpanan informasi
yang berisi informasi dari si pengguna, biasa digunakan dalam transaksi
untuk mengakses informasi-informasi terhadap si pengguna kepada
komputer pusat;
(2) offline stripe biasa digunakan untuk menyimpan suatu
informasi yang dapat langsung di tafsirkan oleh alat pembaca kartu
tersebut. Contohnya : kartu telpon yang menyimpan informasi tentang
saldo pulsa, dan begitu digunakan alat pembaca kartu mengirimkan
informasi untuk mengurasi saldo yang terdapat pada kartu tersebut.
Penggunaan
kartu magnetik ini adalah bentuk yang paling umum
ditemukan pada alat pembayaran menggunakan kartu seperti kartu kredit dan kartu
debet. Namun karena faktor keamanan dimana teknologi ini mengalami beberapa
kali serangan secara fisik, maka penggunaan teknologi magnetic stripe sebagai
media penyimpan data di kartu pembayaran mulai ditinggalkan untuk beralih
pada teknologi smartcard (microprocessor chip).
B. Cek Elektronik (e-check)
Cek dalam bentuk konvesional
pada dasarnya merupakan pesan pada bank milik konsumen untuk mentransfer dana
dari rekening milik konsumen ke rekening seseorang yang lain. Sama halnya
dengan cek konvesional tersebut, cek elektronik pun mempunyai fitur yang sama.
Cek
elektronik sebenarnya juga berupa pesan yang telah tersandi untuk mengirimkan
pesan kepada bank untuk mengirimkan dana.
Cek elektronik dapat dibuktikan lebih unggul dari cek kertas dalam
satu aspek yang signifikan. Sebagai pengirim, kita dapat melindungi diri
kita sendiri dari kecurangan-kecurangan yang mungkin muncul dari
penyingkapan nomor rekening oleh orang yang tidak berhak. Dengan
protokol SET (Secure Electronic Transaction), sertifikat-sertifikat
elektronik dapat digunakan untuk melakukan pengujian otentifikasi
terhadap pembayar, bank pembayar, dan rekening bank.
Dalam pembayaran dengan cek
elektronik, pertama-tama konsumen harus membuka sebuah akun bank di internet.
Untuk melakukan transaksi si pemilik cek elektronik akan mengirimkan cek
tersebut sebagai pembayaran. Melalui prosesnya cek ini akan di validasi oleh
bank, setelah itu bank akan mengirimkan pembayaran yang tertera pada cek
tersebut dari si pembayar kepada penerima pembayaran. Tentu saja semua ini
dilakukan secara elektronik.
C. Uang Elektronik (e-money)
Digital cash merupakan versi elektronik dari uang tunai, biasa di
sebut dengan nama e-cash, digital currency atau electric money.
Penggunaan uang elektronik ini adalah metode yang paling cocok
digunakan untuk pembayaran recehan (micropayment). Uang
Penggunaan dari uang elektronik adalah dengan cara pendebetan
secara langsung saldo yang kita miliki dengan cara pemberian kodeotorisasi
(sering disebut dengan nama token). Bank dapat melakukan
validasi masing-masing token dengan penanda digital (digital signature)
sebelum mentransmisikannya kembali ke komputer kita. Saat kita mau
membelanjakan sejumlah token ke penjual, yang kemudian akan
melakukan verifikasi ke bank dan menarik dananya. Token ini hanya dapat
dibelanjakan sekali dengan sistem pengamanan dari bank untuk mencatat
nomor seri setiap token, maka token tidak akan dapat digunakan secara
berulang.
D. Kartu Pintar (Smart/Chip/Integrated Circuit Card)
Kartu pintar memiliki bentuk yang sama dengan kartu magnetik,
namun perbedaan ada pada microprocessor (mikroprosesor) dan tempat
penyimpanan (memori) yang di tempatkan pada kartu ini. Secara fisik
daya tahan kartu pintar ini relatif lebih kuat dibandingkan dengan kartu
magnetik yang cenderung mudah tergores atau rusak akibat terkena daya
magnet yang lebih kuat dari benda lain.