Selasa, 06 Januari 2015

IKLAN PRODUK

IKLAN PRODUK

Lem lalat Super WINS

SOLUSI CIPTAKAN LINGKUNGAN SEHAT TANPA ADANYA LALAT

BERMASALAH DENGAN LALAT YANG BETERBANGAN DI SEKITAR KITA, SUNGGUH MENJENGKELKAN. CV.BHUMIPALA TEMANGGUNG MEMBERIKAN SOLUSINYA DENGAN:

- Super WINS-lem lalat

Super WINS adalah lem lalat yang dilengkapi dengan ADITIV (Aroma) yang disukai oleh lalat terutama lalat rumah (lalat hijau) sehingga lalat datang dan terjebak lalu terperangkap kemudian menempel kuat sehingga lalat akan MATI... SENDIRI...
Super WINS (Lem Lalat) ini direkomendasikan untuk Rumah tinggal, rumah Makan/Restoran, rumah sakit, kantin, perkebunan dan berbagai tempat lainnya yang diganggu dengan ulah lalat.
Super WINS  (Lem Lalat) mengandung zat ADITIV (Aroma) wewangian pemancing lalat sehingga dapat dengan mudah mengundang lalat untuk mendatangi media yang telah diberi lem lalat tersebut, lem lalat ini tidak mengandung bahan beracun sehingga sangat aman bagi manusia, hewan peliharaan maupun hewan ternak.



Super WINS (Lem Lalat) ini memiliki fungsi, yaitu: 
1.       Lem lalat yang dirancang untuk mengatasi masalah hama lalat
2.       memancing lalat untuk hinggap 
3.       lem lalat bisa diletakan dimanapaun tersembunyi yang tidak merusak pemandangan segingga keindahan tepat terjaga, di sudut-sudut ruangan dan tempat lalat akan datang karena aroma yang dikeluarkan lem perangkap).
4.      

Dengan harga yang terjangkau anda bisa membeli Super WINS lem lalat di toko-toko klontong terdekat,dengan harga hanya Rp 1.500 perlembar nya.



berita ekonomi manajemen

Manajemen memadai kunci stabilitas ekonomi Indonesia
Kamis, 22 Agustus 2013 22:25 WIB | 3.241 Views
Pewarta: Satyagraha
Manajemen memadai kunci stabilitas ekonomi Indonesia
ilustrasi Mata Uang Rupiah. (FOTO.ANTARA News/ ferly)
 Perkembangan saat ini belum menjadi pemicu untuk mengubah peringkat utang. Kami sudah mempertimbangkan adanya potensi kerentanan dan volatilitas yang sedang terjadi di pasar keuangan saat ini,"
Jakarta (ANTARA News) - Lembaga pemeringkat internasional Fitch memaparkan kebijakan manajemen yang memadai akan menjadi faktor kunci untuk mewujudkan stabilitas ekonomi di India dan Indonesia, meskipun saat ini terjadi tekanan pada mata uang dan harga aset.

Rilis terbaru Fitch yang diterima di Jakarta, Kamis, menyebutkan gejolak yang saat ini terjadi di negara berkembang Asia belum menjadi pemicu Fitch untuk menurunkan peringkat utang dari India dan Indonesia.

"Perkembangan saat ini belum menjadi pemicu untuk mengubah peringkat utang. Kami sudah mempertimbangkan adanya potensi kerentanan dan volatilitas yang sedang terjadi di pasar keuangan saat ini," kata rilis tersebut.

Fitch mengatakan pasar saat ini sedang mengantisipasi rencana Bank Sentral AS (The Fed) yang menimbulkan persepsi risiko, dan kondisi gejolak ini bisa bertahan lama, apabila tidak ada kepastian yang jelas terkait rencana penghentian Quantitative Easing.

Saat ini terjadi pelemahan tajam nilai tukar rupiah Indonesia dan rupee India terhadap dolar AS yang mencerminkan adanya defisit transaksi berjalan secara signifikan dan diperparah oleh kemungkinan adanya pembalikan arus modal.

Selain itu, kondisi ini juga dapat diperburuk oleh potensi peningkatan kredit sektor swasta, pelebaran defisit anggaran dan laju inflasi tinggi yang dapat menurunkan kepercayaan investor serta merusak stabilitas sistem keuangan.

Fitch memandang pemerintah masing-masing negara telah berkomitmen untuk menerbitkan paket kebijakan yang konsisten untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mempertahankan tingkat kredit.

Fitch juga memaparkan tiga alasan untuk mempertahankan peringkat utang Indonesia dan India dengan outlook stabil BBB-, yaitu cadangan devisa yang memadai meskipun berada dalam tekanan.

"Cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli mencapai 93 miliar dolar AS atau turun dari 106 miliar dolar AS, tahun lalu. Sedangkan India masih memiliki cadangan devisa 279 miliar dolar AS pada pertengahan Agustus atau turun dari 291 miliar dolar AS, tahun lalu," jelas rilis tersebut.

Kemudian, kedua negara telah menyesuaikan kebijakan ekonomi mereka. Di India, Fitch berharap kebijakan fiskal yang ada masih sejalan dengan kondisi tahun lalu, dimana defisit anggaran mencapai lima persen terhadap PDB.

Sedangkan, Indonesia telah menaikkan suku bunga bank sentral hingga 75 basis poin dan diperkirakan defisit anggaran hanya mencapai dua persen terhadap PDB.

Fitch sangat mendukung komitmen yang jelas dari pengelolaan permintaan yang dapat memberikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan tanpa adanya intensifikasi kerentanan, seperti defisit anggaran, inflasi atau ketidakpastian eksternal.

Terakhir, kedua negara telah melakukan reformasi secara struktural yang secara politis sulit dilakukan seperti melakukan reformasi dalam kebijakan BBM bersubsidi. Kebijakan tersebut telah membantu kinerja anggaran dalam jangka menengah, mendukung pemanfaatan lebih efektif dan mengurangi defisit.

Reformasi yang telah dilakukan inilah yang dapat meningkatkan tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan di kedua negara dan menarik minat investasi dalam jangka panjang. Pemberian bentuk insentif juga merupakan dukungan yang baik.
 

(S034/B012)
Editor: Ruslan Burhani


my hobby ^_^

MY HOBBY

Dari sekian banyak kegiatan yang ada sebenarnya banyak yang saya sukai. Tapi yang paling saya sukai adalah baca novel / cerpen,mendengarkan musik,traveling, dan juga masak J.
Dari beberapa kegiatan yang saya suka salah satu yang sudah tersalurkan yaitu yang musik,karena saya suka mendengarkan musik suka nyanyi maka saya ikut UKM MUSIK SEVEN PRODUCTION yang ada di Universitas Muhammadiyah Magelang. Dengan saya mengikuti UKM Musik tersebut saya jadi sedikit lebih tahu tentang cara menyanyi yang benar,cara mengolah vocal yang benar dan salah satu kegiatan yang saya ikuti selama di ukm musik yaitu mengikuti paduan suara yang sering di gunakan pada saat ada acara resmi di universitas muhammdiyah magelang seperti wisuda,pertemuan anggota muhammdiyah dll.
Mungkin cuma itu sedikit cerita tentang hobby yang saya suka terimakasih J.