Senin, 29 September 2014

B2C

Analisis Business to Consumer (B2C)
Resume Business to Consumer (B2C)
Dalam perdagangan Business to Consumer (B2C) secara online, terdapat 2 jenis barang yang ditawarkan.
1.   Hard Goods adalah barang yang berwujud nyata. Bila dibeli maka akan dikirimkan kepada pelanggan melalui jasa pengiriman. Dalam penelitian ini, barang yang diperdagangkan adalah baju dan fancy (aneka kado-kado lucu).
2. Soft Goods sering juga disebut sebagai digital goods seperti berita dan informasi yang dapat diterima oleh pelanggan dengan cara download.
Karakteristik yang membedakan antara online Business to Consumer (B2C) dengan perdagagnan konvensional  adalah perusahaan dapat berhubungan langsung dengan konsumen tanpa perantara. Hal ini sangat menguntungkan perusahaan dari segi laba, karena tidak perlu berbagi keuntungan dengan perantara.
Beberapa hal yang harus dipenuhi agar konsumen tertarik untuk membeli  barang atau menggunakan layanan dari penjual, yaitu:
1.   Produk, memberikan informasi yang jelas tentang barang yang dijual, lengkap dengan gambar barang tersebut.
2. Harga, menyebutkan harga barang. Di dalam menetapkan harga ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain: kualitas, permintaan pasar dan harga pesaing.
3.  Promosi, melakukan promosi melalui iklan baik di media cetak maupun elektonik dan alat komunikasi lainnya.
4. Pengepakan dan pengiriman , memperhatikan distribusi barang secara fisik dan menjaga keutuhannya. Selain itu diusahakan pengiriman secepat mungkin agar tidak mengecewakan konsumen
Analisis Sistem dan Permasalahan Business to Consumer (B2C)
Pada dasarnya proses penjualan di toko secara konvensional dan proses penjualan di website adalah sama, tapi penerapan system penjualan secara online berbasis WEB diharapkan dapat mengatasi batasab-batasan yang sering ditemui dalam proses penjualan di toko secara konvensional.
Secara garis besar, proses penjualan di toko secara konvensional dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.   Customers datang ke toko pada waktu jam buka toko.
2. Customers melihat-lihat produk dan membanding-bandingkan produk-produk yang ada dan kemudian memutuskan untuk membelinya atau tidak.
3.  Customers memutuskan untuk membeli dan  memutuskan system pembayaran yang akan digunakan (tunai, debet atau kredit).
4. Setelah proses pembayaran selesai dilakukan, maka customers dapat membawa produk yang dibeli.
Beberapa masalah yang sering ditemui dalam proses penjualan toko secara konvensional, sebagai berikut:
1.   Pembelian hanya dapat dilakukan selama jam buka toko.
2. Customers tidak dapat datang ke toko karena tidak ada waktu, sibuk atau keadaan jalan yang macet.
3.  Informasi tentang produk yang didapat di toko tidak terlalu akurat, karena beberapa hal seperti: kertebatasan human atau berada pada jam sibuk toko, sehingga pelayanan tidaklah maksimal.
Analisis Pengaruh Facebook (salah satu Business to Consumer (B2C)) terhadap Penjualan Online
Media online telah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Melalui akses online memudahkan masyarakat untuk mengetahui berita-berita terhangat, seperti berita selebriris, politik, perekonomian dan lain sebagainya. Perkembangan media online sangatlah pesat. Dari sekedar mengirim pesan singkat hingga akun jejaringan social yang berguna untuk menambah relasi dengan sesama (menambah teman). Contoh:
·         Website pencari, seperti google, yahoo dan beberapa situs lainnya.
·         Situs jejaringan social, seperti Facebook.
Dewasa ini, Facebook merupakan media online yang sedang ‘trend’. Facebook adalah situs jejaringan social yang memiliki tampilan-tampilan lengkap dengan fungsi yang ditawarkan. Dari sekedar mencari teman, up-date status, bermain permainan-permainan yang ditawarkan dan saat ini Facebook juga dapat digunakan sebagai tempat untuk ‘Berbisnis’ (menghasilkan uang). Salah satu bisnis online yang ada di Facebook adalah bisnis butik dan fancy (aneka kado lucu) yang saat ini menjadi ‘trend’ di masyarakat. Lantas, bagaimana pendapat customer (masyarakat) yang mengetahui bahwa Facebook dapat dijadikan sebagai sarana jual-beli produk? Berikut analisis tentang pengaruh Faceboook terhadap pembelian baju butik dan fancy secara online.
Sebanyak empat orang narasumber telah diwawancara terkait dengan penelitian ini. Dari ke-empat narasumber ini adalah mereka yang pernah atau tahu tentang pembelian baju butik dan fancy melalui Facebook.
Dari ke-empat narasumber, tiga diantaranya setuju dengan Facebook dapat membantu penjualan baju butik dan fancy secara online. Sisanya, tidak setuju dengan pengaruh Facebook terhadap pembelian online.
Tiga narasumber yang setuju merupakan narasumber yang percaya bahwa Facebook dapat berpengaruh terhadap penjualan serta pembelian online. Mereka berpendapat bahwa Facebook merupakan media baru yang efektif yang dapat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Mereka menilai Facebook sangat efektif, karena akun Facebook, butik dan fancy online dapat mengetahui secara langsung profil pembeli dan mengetahui siapa saja yang dapat ditargetkan menjadi pembeli. Hal ini mengakibatkan Facebook mempengaruhi gaya hidup mereka, artinya dahulu mereka membeli baju dengan cara mengunjungi tokonya dan sekarang dengan adanya Facebook mereka dengan mudahnya bisa membeli dengan cara online tanpa harus mengunjungi toko tempat mereka berbelanja.
Narasumber lainnya adalah narasumber yang tidak menyukai pembelian produk-produk online. Factor utama yang membuat narasumber ini tidak membeli suatu produk secara online adalah ‘kepercayaan’. Ia merasa dirinya belum mempunyai tingkat kepercayaan bila membeli suatu produk secara online, karena takut akan produk tersebut. Takut produk yang ia beli tidak sesuai dengan gambar ataupun ukuran yang ia kehendaki. Akan tetapi, ia berpendapat bahwa Facebook merupakan cara yang cukup efektif dalam penjualan suatu produk. Ia juga berpendapat bahwa Facebook merupakan suatu metoda yang sedang ‘trend’ untuk menjual produk-produk tertentu.
Selain itu, Facebook tidak berpengaruh terhadap gaya hidup yang ia jalani selama ini. Ia teteap setia dengan cara pembelian yang tradisional, yakni pergi ke toko langsung dan mencoba barangnya sendiri.
Menurut analisis saya, Facebook merupakan suatu media yang cukup efektif untuk menjual produk-produk tertentu serta dapat berpengaruh terhadap tingkat pembelian seseorang.
Assauri (1999:4) mendefinisikan pemasaran: “Sebagai usaha menyediakan dan menyampaikan barang dan jasa yang tepat kepada orang-orang yang tepat pada tempat dan waktu yang tepat dengan promosi  dan komunikasi yang tepat”.
Dari definisi di atas menunjukkan bahwa pemasaran merupakan serangkaian prinsip untuk memilih pasar sasaran (target market), mengevaluasi kebutuhan konsumen,mengembangkan barang dan jasa, pemuas keinginan, memberikan nilai kepada konsumen dan laba bagi perusahaan. Karena masyarakat Indonesia sendiri yang tergolong cepat tergiur dengan sesuatu meskipun itu hanya sebuah gambar yang kita sendiri tidak tahu bagaimana bentuk aslinya.
Meskipun facebook efektif dalam mempengaruhi pembeli, tidak berarti facebook dapat mengubah gaya hidup atau perilaku seseorang.
Swastha dan Handoko (2000:10) mengatakan: “Perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan menentukan kegiatan-kegiatan tertentu.”
Bukan berarti pembelian barang online di Facebook tidak akan pergi lagi ke toko.
Kesimpulan
Kesimpulan-kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
1.   75% customers menyatakan bahwa lebih efektif dan efisien apabila pembelian suatu produk dilakukan secara online dan hal ini  juga mempengaruhi gaya hidup mereka.
2. 25% customers memilih lebih menyukai pembelian yang bersifat konvensional (tradisional), karena mereka belum memiliki ‘kepercayaan’ untuk berbelanja di sana.
3.  Facebook merupakan suatu media yang tepat dalam melakukan pemasaran.


pasar elektronik

Pengertian Perdagangan Elektronik (E-Commerce)
Perdagangan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan manusia sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan penggunanya kini ialah e-commerce. Makhluk apa sesungguhnya e-commerce itu, bagaimana ia dapat mempermudah penggunanya, serta peran pentingnya akan dibahas dalam tulisan ini.
wikipedia
Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.
Pengertian Lain E-Commerce :
Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.
Media elektronik yang dibicarakan di dalam tulisan ini untuk sementara hanya difokuskan dalam hal penggunaan media internet. Pasalnya, penggunaan internetlah yang saat ini paling populer digunakan oleh banyak orang, selain merupakan hal yang bisa dikategorikan sebagai hal yang sedang ‘booming’. Perlu digarisbawahi, dengan adanya perkembangan teknologi di masa mendatang, terbuka kemungkinan adanya penggunaan media jaringan lain selain internet dalam e-commerce. Jadi pemikiran kita jangan hanya terpaku pada penggunaan media internet belaka.
Penggunaan internet dipilih oleh kebanyakan orang sekarang ini karena kemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet, yaitu:
Internet sebagai jaringan publik yang sangat besar (huge/widespreadnetwork), layaknya yang dimiliki suatu jaringan publik elektronik, yaitu murah, cepat dan kemudahan akses.
Menggunakan electronic data sebagai media penyampaian pesan/data sehingga dapat dilakukan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah dan ringkas, baik dalam bentuk data elektronik analog maupun digital.
Dari apa yang telah diuraikan di atas, dengan kata lain; di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan/perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.
E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providersdan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet.
Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.
Sedangkan Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum, menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, and business procces that link enterprises, consumers, and communities through electronic transaction and the electronic exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.
E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public. Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:
· Electronic Markets (EMs).
EMs adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan. Keuntungan fasilitas EMs bagi pelanggan adalah terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu. Sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak.
· Electronic Data Interchange (EDI).
EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial.
Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”.
EDI sangat luas penggunaannya, biasanya digunakan oleh kelompokretail yang besar ketika melakukan bisnis dagang dengan para supplier mereka.
EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpa memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.
· Internet Commerce.
Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi
informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan terbukti mempunyai keuntungan antara lain untuk beberapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet; harga lebih murah mengingat membuat situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuka outlet retail di berbagai tempat; internet merupakan media promosi perusahaan
dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan.
Karakteristik E-Commerce.
Berbeda dengan transaksi perdagangan biasa, transaksi e-commerce memiliki beberapa karakteristik yang sangat khusus, yaitu :
Transaksi tanpa batas
Sebelum era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau individu yang ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu dengan modal besar yang dapat memasarkan produknya ke luar negeri.Dewasa ini dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukup dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa batas waktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut dan melakukan transaksi secara on line.
Transaksi anonim
Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yang biasanya dengan kartu kredit.
Produk digital dan non digital
Produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan hidup lainnya.
Produk barang tak berwujud
Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commercen dengan menawarkan barang tak berwujud separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.
Implementasi e-commerce pada dunia industri yang penerapannya semakin lama semakin luas tidak hanya mengubah suasana kompetisi menjadi semakin dinamis dan global, namun telah membentuk suatu masyarakat tersendiri yang dinamakan Komunitas Bisnis Elektronik (Electronic Business Community). Komunitas ini memanfaatkan cyberspace sebagai tempat bertemu, berkomunikasi, dan berkoordinasi ini secara intens memanfaatkan media dan infrastruktur telekomunikasi dan teknologi informasi dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Seperti halnya pada masyarakat tradisional, pertemuan antara berbagai pihak dengan beragam kepentingan secara natural telah membentuk sebuah pasar tersendiri tempat bertemunya permintaan (demand) dan penawaran (supply). Transaksi yang terjadi antara demand dan supply dapat dengan mudah dilakukan walaupun yang bersangkutan berada dalam sisi geografis yang berbeda karena kemajuan dan perkembangan teknologi informasi, yang dalam hal ini adalah teknologi e-commerce.
Secara umum e-commerce dapat diklasifasikan menjadi dua jenis yaitu; Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).
Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis, sedangkan Business to Consumer (B2C) merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer
Dalam Business to Business pada umumnya transaksi dilakukan oleh para trading partners yang sudah saling kenal dengan format data yang telah disepakati bersama. Sedangkan dalam Business to Customer sifatnya terbuka untuk publik, sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu web server. Dalam kajian ini, untuk selanjutnya yang akan dibahas adalah Business to
Customer.
Mekanisme E-Commerce.
Transaksi elektronik antara e-merchant (pihak yang menawarkan barang atau jasa melalui internet) dengan e-customer (pihak yang membeli barang atau jasa melalui internet) yang terjadi di dunia maya atau di internet pada umumnya berlangsung secara paperless transaction, sedangkan dokumen yang digunakan dalam transaksi tersebut bukanlah paper document, melainkan dokumen
elektronik (digital document).
Kontrak on line dalam e-commerce menurut Santiago Cavanillas dan A. Martines Nadal, seperti yang dikutip oleh Arsyad Sanusi memiliki banyak tipe dan variasi yaitu :
Kontrak melalui chatting dan video conference;
Kontrak melalui e-mail;
Kontrak melalui web atau situs.
Chatting dan Video Conference adalah alat komunikasi yang disediakan oleh internet yang biasa digunakan untuk dialog interaktif secara langsung. Dengan chatting seseorang dapat berkomunikasi secara langsung dengan orang lain persis seperti telepon, hanya saja komunikasi lewat chatting ini adalah tulisan atau pernyataan yang terbaca pada komputer masing-masing.
Sesuai dengan namanya, video conference adalah alat untuk berbicara dengan beberapa pihak dengan melihat gambar dan mendengar suara secara langsung pihak yang dihubungi dengan alat ini. Dengan demikian melakukan kontrak dengan menggunakan jasa chatting dan video conference ini dapat dilakukan secara langsung antara beberapa pihak dengan menggunakan sarana komputer atau monitor televisi.
Kontrak melalui e-mail adalah salah satu kontrak on-line yang sangat populer karena pengguna e-mail saat ini sangat banyak dan mendunia dengan biaya yang sangat murah dan waktu yang efisien. Untuk memperoleh alamat e-mail dapat dilakukan dengan cara mendaftarkan diri kepada penyedia layanan e-mail gratis atau dengan mendaftarkan diri sebagai subscriber pada server atau ISP tertentu. Kontrak e-mail dapat berupa penawaran yang dikirimkan kepada seseorang atau
kepada banyak orang yang tergabung dalam sebuah mailing list, serta penerimaan dan pemberitahuan penerimaan yang seluruhnya dikirimkan melalui e-mail.
Di samping itu kontrak e-mail dapat dilakukan dengan penawaran barangnya diberikan melalui situs web yang memposting penawarannya, sedangkan penerimaannya dilakukan melalui e-mail.
Kontrak melalui web dapat dilakukan dengan cara situs web seorang supplier (baik yang berlokasi di server supplier maupun diletakkan pada server pihak ketiga) memiliki diskripsi produk atau jasa dan satu seri halaman yang bersifat self-contraction, yaitu dapat digunakan untuk membuat kontrak sendiri, yang memungkinkan pengunjung web untuk memesan produk atau jasa tersebut.
Para konsumen harus menyediakan informasi personal dan harus menyertakan nomor kartu kredit.
Selanjutnya, mekanismenya adalah sebagai berikut:
– untuk produk on line yang berupa software, pembeli diizinkan untuk men-download-nya;
– untuk produk yang berwujud fisik, pengiriman barang dilakukan sampai di rumah konsumen;
– untuk pembelian jasa, supplier menyediakan untuk melayani konsumen sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam perjanjian.
Mekanisme transaksi elektronik dengan e-commerce dimulai dengan adanya penawaran suatu produk tertentu oleh penjual (misalnya bertempat kedudukan di USA) di suatu website melalui server yang berada di Indonesia (misalnya detik.com). Apabila konsumen Indonesia melakukan pembelian, maka konsumen tersebut akan mengisi order mail yang telah disediakan oleh pihak penjual.


Rabu, 17 September 2014

pengantar e-business

PENGANTAR E-BISNIS

1. Pengertian E-bisnis
    Pengertian e-Business atau definisi e-business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.

Penggunaan sehari-hari, e-business tidak hanya menyangkut perdagangan elektronik atau e-commerce saja. Dalam hal ini, e-commerce lebih merupakan sub bagian dari e-business, sementara e-business meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet. Sebagai bagian dari e-business, e-commerce lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-commerce mempunyai goal untuk menambah revenu dari perusahaan.

E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-business memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.

2. Model-model E-bisnis

    a. model-model e-business

E-Business atau E-Bisnis dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. Istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Lou Gerstner, seorang CEO perusahaan IBM ini, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet. E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.

Dalam penggunaan sehari-hari, e-bisnis tidak hanya menyangkut e-dagang (perdagangan elektronik atau e-commerce) saja. Dalam hal ini, e-dagang lebih merupakan sub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari e-bisnis, e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-dagang mempunyai goal untuk menambah pendapatan dari perusahaan

Sementara itu, e-bisnis berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-bisnis memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.

E-business merujuk pada seluruh penggunaan tingkat lanjut dalam teknologi informasi, khususnya teknologi jaringan dan komunikasi, untuk meningkatkan cara organisasi melakukan seluruh proses bisnisnya.Rata Penuh

Model-model E-business
Terdapat dua model E-business, yaitu :

    1. B2C (Business to Consumers)
Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi. Business to consumers atau business to costumer menggambarkan kegiatan bisnis melayani konsumen dengan produk atau jasa. Misalkan orang membeli sepasang sepatu dari pengecer. Transaksi yang mengarah ke sepatu agar tersedia untuk pembeli, yaitu pembelian kulit, tali, karet, dll serta penjualan sepatu dari pembuat sepatu ke pengecer akan dianggap transaksi B2C.

Karakteristik B2C :
- Antara organisasi dengan perorangan
- Nilai uang yang dilibatkan lebih kecil
- Transaksi tidak sering terjadi
- Relatif sederhana

    2. B2B (Business to Business)
Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi). menggambarkan transaksi perdagangan antara perusahaan, seperti antara manfaktur dan grosir, atau antara grosir dan pengecer. Volume transaksi B2B jauh lebih tinggi dibandingkan volume transaksi B2C. Alasan utamanya karena dalam rantai pasokan (Supply chain) ada banyak transaksi B2B yang mencakup bahan baku dan penjualan produk jadi ke konsumen. Sebagai contoh, sebuah produsen mobil membuat beberapa transaksi B2B seperti membeli ban, kaca untuk kaca jendela, dan selang karet untuk kendaraan. Transaksi terakhir adalah saat kendaraan jadi yang dijual kepada konsumen yang merupakan transaksi (B2C) tunggal.
Karakteristik B2B :
- Antar organisasi
- Nilai uang yang dilibatkan lebih besar
- Hubungan yang kuat dan berkelanjutan
- Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan
- Lebih kompleks
  
    3. B2G (Business to Government)
Interaksi terjadi antara organisasi dengan pemerintah. B2G memiliki karakteristik yang sama dengan B2B sehingga B2G dapat dikelompokkan kedalam B2B. B2G adalah turunan dari B2B yang sering disebut sebagai public sector marketing atau pemasaran sektor publik yang mencakup pemasaran produk dan jasa untuk berbagai tingkat pemerintahan, negara bagian dan lokal melalui integrated marketing communication atau komunikasi pemasaran terpadu seperti strategic public relation, advertising, dan komunikasi berbasis web.

    4. B2E (Business to Education)
Interaksi yang terjadi antara organisasi dengan pendidikan. Sama halnya dengan B2G, B2E juga memiliki karakteristik yang sama dengan B2B.

3. Pengaruh bisnis terhadap proses bisnis
-          Pembeli dan Inbound Logistic. Internet dapat meningkatkan aktifitas pembeli dengan cara mempermudah perusahaan mengidentifikasi calon pemasok dan membandingkan harga.
-          Data mengenai pembelian yang dilakukan sub unit organisasi yang berbeda dapat disentralisasikan, sehingga memungkinkan organisasi untuk menetapkan pembelian total diseluruh dunia atas berbagai produk.
-          Operasi internal, sumber daya manusia, dan infrastuktur. Teknologi komunikasi tingkat lanjut dapat secara signifikan meningkatkan effisiensi operasi internal. Peningkatan akses ke informasi juga dapat secara signifikan meningkatkan perencanaan. Pada sumber daya manusia, aktifitas ini mendukung untuk effisiensi dan efektifitas dalam aktifitas utama.
-          Outbound Logistic. Akses yang tepat waktu dan akurat atas informasi rinci tentang pengiriman memungkinkan penjual mengurangi biaya tranportasi melalui cara pengiriman gabungan ke para pelanggan yang dekat lokasinya satu dengan yang lainnya. Informasi yang lebih tepat waktu tentang penjualan dapat membantu pabrik mengoptimalkan jumlah persediaan yang ditanggungnya.
-          Penjualan dan Pemasaran. Perusahaan dapat menciptakan katalog elektronik di Website mereka untuk mengotomatisasikan input pesanan penjualan. Kemampuan ini tidak hanya memungkinkan para pelanggan menyampaikan pesanan saat mereka menginginkannya, tetapi juga dapat secara signifikan mengurangi jumlah staf dengan cara meniadakan telepon, surat-menyurat atau pengiriman faks.
-          Pelayanan dan dukungan Purnajual. E-business dapat secara signifikan meningkatkan kualitas dukungan purnajual ke para pelanggan.



4. faktor - Faktor Keberhasilan E-Bisnis.
•    Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan langkah-langkah untuk masuk dalam e-business.
•    Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi keseluruhan perusahaan.
•    Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun, yaitu Validitas, Integritas, dan Privasi

5. infrastruktur pada peralatan untuk e-bisnis
    Teknologi berperan. Teknologi berfungsi untuk memudahkan proses atau mempersingkat langkah-langkah kerja (dari sepuluh tahap menjadi dua tahap). Transportasi memudahkan orang berpergian antar-kota. Telepon mempersingkat langkah transaksi (orang tak perlu secara fisik berada di tempat transaksi) atau bahkan dalam hal perdagangan supaya lebih efisien dal lebih mempersingkat waktu dalam hal jarak maupun waktu oleh karena itu kenapa tidak jika kita mempergunakan internet sebagai sarana bisnis yang tepat cepat dan akurat dalam mencari keuntungan.

e-business sedang berproses untuk mencari kesetimbangan dalam banyak faktor. Infrastruktur adalah faktor dengan pengaruh paling besar. Seperti contoh, gardu pembangkit listrik merupakan pendistribusian tenaga listrik di suatu tempat atau daerah. Jika kita ingin menjalankan perangkat keras computer maka akan membutuhkan tenaga listrik faktor utama untuk menjalankan sebuah komputer. Namun jika di suatu daerah tersebut terdapat gardu listrik dan sudah berdiri di satu daerah, namun infrastruktur listrik tidak memadai, tentu proses bisnis dengan cara termutakhir tak dapat berjalan baik di sana.

Kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan, terutama internet, menyediakan inrastruktur yang dibutuhkan untuk e-business. Bagian ini memberikan pengantar atas gambaran umum konsep jaringan dan mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan metode-metode alternatif yang dapat dipergunakan organisasi ataupun kelompok dalam mengimplementasikan e-business pada organisasinya. E-business bersifat universal daripada e-commerce

Jenis-jenis Jaringan yang biasanya dipakai dalam proses e-business ialah :
Banyak perusahaan ataupun beberapa organisasi yang menggunakan system e-business yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
1. Local Area Network (LAN) : sistem komputer dan peralatan lainnya, seperti printer, yang lokasinya dekat antara satu dengan lainnya.
2. Wide Area Network (WAN) : mencakup wilayah geografis yang luas, dan seringkali global.
3. Value Added Network (VAN) : nilai tambah dari jaringan, domain atau wilayah pemasok transmisi biasa, yang mencukup layanan pertukaran data elektronik, email dan layanan informasi.
4. Internet : jaringan internasional komputer (dan jaringan-jaringan yang lebih kecil) yang saling berhubungan.

Konfigurasi LAN mempunyai tiga ciri dasar, yaitu: konfigurasi bintang, konfigurasi cincin, dan konfigurasi BUS.

     1. Konfigurasi Bintang
Dalam konfigurasi ini semuanya komponen terhubung dengan server pusat dan komunikasi dikendalikan seluruhnya oleh server pusat

     2. Konfigurasi Cincin
Dalam konfigurasi ini setiap titik atau komponen secara langsung terhubung dengan dua titik lainnya.

     3. Konfigurasi BUS
Dalam konfigurasi ini setiap peralatan dihubungkan dengan saluran utama, atau yang disebut BUS.

6. Studi kelayakan e-bisnis
      Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dll.
Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena di dalam studi kelayakan terdapat berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut di atas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya.
Dan studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi tidak pada laba (social), yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis.

Aspek yang terdapat pada studi kelayakan proyek atau bisnis yang terdiri dari berbagai aspek yang sudah disebutkan di atas antara lain :
   1. Aspek hukum

Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek akan dibangun yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku termasuk :

  a. Perijinan :

     i) Izin lokasi :

• sertifikat (akte tanah),

• bukti pembayaran PBB yang terakhir,

• rekomendasi dari RT / RW / Kecamatan

ii) Izin usaha :

• Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.

• NPWP (nomor pokok wajib pajak)

• Surat tanda daftar perusahaan

• Surat izin tempat usaha dari pemda setempat

• Surat tanda rekanan dari pemda setempat

• SIUP setempat

• Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan


      2. Aspek sosial ekonomi dan budaya
Berkaitan dengan dampak yang diberikan kepada masyarakat karena adanya suatu proyek tersebut :

         a. Dari sisi budaya
Mengkaji tentang dampak keberadaan peroyek terhadap kehidupan masyarakat setempat, kebiasaan adat setempat.

         b. Dari sudut ekonomi
Apakah proyek dapat mengubah atau justru mengurangi income per capita panduduk setempat. Seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR, dll.

         c. Dan dari segi sosial
Apakah dengan keberadaan proyek wilayah menjadi semakin ramai, lalulintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat.
Untuk mendapatkan itu semua dengan cara wawancara, kuesioner, dokumen, dll. Untuk melihat apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan membandingkan keinginan investor atau pihak yang terkait dengan sumber data yang terkumpul.


      3. Aspek pasar dan pemasaran
Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk suatu produk yang akan di tawarkan oleh suatu proyek tersebut :
• Potensi pasar
• Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.

Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk :
• Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dll.
• Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share.

     4. Aspek teknis dan teknologi
Berkaitan dengan pemilihan lokasi peroyek, jenis mesin, atau peralatan lainnya yang sesuai dengan kapasitas produksi, lay out, dan pemilihan teknologi yang sesuai.

     5. Aspek manajemen
Berkaitan dengan manajemen pembangunan proyek dan operasionalnya.

     6. Aspek keuangan
Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.



7. Proposal e-bisnis
       langkah - langkah pembuatan proposal e-bisnis.
  i.  Latar Belakang Perusahaan
      1.    Identitas Perusahaan
Berisi nama perusahaan dan juga nama atau jenis produk dari perusahaan tersebut.

       2.    Bidang Usaha
Berisi tentang bidang – bidang apa saja yang di tangani perusahaan tersebut.

       3.    Perijinan Usaha
Berisi menyangkut ijin – ijin suatu perusahaan agar dapat berdiri atau beroperasi, di antaranya NPWP, TDP, dan SIUP.

       4.    Alamat Perusahaan
Berisi alamat perusahaan yang meliputi alamat lokasi atau gedung perusahaan dan juga alamat web dari perusahaan.

   ii.  Latar Belakang Perusahaan
Berisi visi, misi, maksud serta tujuan dari suatu perusahaan.


Senin, 15 September 2014

Kearah Pemanfaatan Teknologi Internet untuk Pembelajaran


Sangat menarik untuk mendengarkan beberapa siswa sekolah menengah yang berbincang-bincang dengan sesama temannya tentang pengalaman pertama mereka mengakses internet. Ada beberapa siswa   yang tampak gembira dan antusias menceritakan pengalamannya, sebagian lagi setengah berbisik-bisik membagi pengalamannya, sebagian lagi tampak datar dan kesal karena belum berhasil menyelesaikan tugas  yang diberikan oleh guru, dan ada sebagian siswa lagi yang hanya   mendengarkan tanpa dapat bercerita  apa-apa  karena memang kelompok siswa yang terakhir ini belum sempat ke Warung Internet (WARNET). Gambaran yang demikian ini adalah salah satu dari hasil pelajaran yang diberikan guru tentang cara-cara penggunaan internet.
Kegiatan para siswa ke WARNET sudah mulai menjadi pemandangan yang biasa di berbagai kota besar. Apabila diamati, maka ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh para siswa yang datang ke Warung Internet. Di antara para siswa ini, ada yang (1) memang sibuk mencari berbagai informasi yang dibutuhkan atau yang sesuai dengan tugas-tugas pelajaran sekolah, (2) mencari berbagai informasi yang mutakhir di berbagai bidang sehingga tidak dikatakan temannya ketinggalan berita, (3) saling berkomunikasi dengan sesama temannya baik yang ada di Indonesia maupun di tempat lainnya melalui email atau chatting, (4) menikmati berbagai hiburan yang tersedia, atau (5) sekedar ikut-ikutan teman, baik yang awalnya sebagai penonton maupun yang memang tertarik untuk belajar mengakses internet.
Ada juga sekolah yang mulai secara sistematis memasyarakatkan penggunaan potensi internet untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Misalnya, para siswa dibimbing untuk (1) memiliki alamat email (email address) yang sifatnya gratis dan (2) mengetahui cara-cara menggunakan email, baik yang lingkupnya seorang ke seorang (one-to-one) maupun dari seorang kepada banyak orang (one-to-many),  dan (3) cara-cara mengirimkan dokumen yang terdiri dari beberapa halaman sebagai lampiran dari sebuah email.
Penggunaan alamat surat elektronik (electronic mail address atau email address) merupakan salah satu kecenderungan yang berkembang dewasa ini sebagai manifestasi dari pemanfaatan teknologi internet. Di dalam kartu nama seseorang, tampaknya sudah menjadi suatu kebutuhan atau gejala prestise sosial yang berkembang dalam pergaulan bermasyarakat untuk mencantumkan alamat surat elektronik selain informasi yang sudah lazim, seperti: nama, alamat rumah/kantor, nomor telepon dan facsimile.
Dengan dicantumkannya email address pada kartu nama seseorang berarti pemegang/pemilik kartu nama membuka peluang untuk dihubungi melalui cara yang tercepat, yaitu melalui email. Melalui email, seseorang dimungkinkan dapat berkomunikasi dengan orang lain secara cepat, informal, akrab/bersahabat, dan tidak terlalu kaku atau terikat prosedur. Dalam kaitan ini, fungsi internet adalah sebagai media komunikasi.
Sebagai media komunikasi, pemanfaatan internet berkembang sangat cepat. Dewasa ini terdapat sekitar 560 juta pengguna internet di seluruh dunia. Satu hal lainnya yang menarik adalah bahwa lebih dari 65% warga negara Amerika Serikat yang berusia di atas 6 tahun telah mempunyai akses ke internet. Sebagian besar dari mereka ini mengakses internet dari rumah, menyusul yang berikutnya dari tempat bekerja, dan yang terakhir dari tempat-tempat umum (Aristotle Institute, 2003).
Dikatakan internet sebagai media pembelajaran karena melalui aktivitas mengakses internet, seseorang dapat memperoleh banyak informasi yang berkaitan dengan bidang pengetahuan yang sedang dipelajarinya. Melalui fasilitas searching atau browsing di internet, seseorang dapat menjelajahi berbagai sumber informasi yang tersedia yang dapat diakses dengan cepat melalui internet. Melalui internet, seseorang dapat mengunjungi perpustakaan sebanyak yang dikehendaki, bahkan lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan jumlah perpustakaan yang secara fisik memang ada (Kitao, 2002).
Berkaitan dengan pemanfaatan internet untuk pembelajaran, ada satu temuan yang menarik dari hasil studi eksperimen tentang pemanfaatan  internet untuk kegiatan pembelajaran remedial di Sekolah Menengah yang diselenggarakan oleh the Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Open Learning Center (SEAMOLEC). Dikemukakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kegiatan pembelajaran remedial bahasa Inggris yang  dilaksanakan secara tatap muka maupun melalui internet (Simanjuntak dan Siahaan, 2003). Artinya, terbuka peluang bagi para siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran remedial yang sesuai dengan kondisinya, apakah melalui internet atau secara tatap muka.
Berdasarkan uraian di atas tampaklah menjadi satu hal yang menarik untuk melakukan kajian yang mengarah pada pemanfaatan teknologi internet untuk kepentingan pembelajaran. Diharapkan setidak-tidaknya kajian ini akan dapat memberikan beberapa pertimbangan pemikiran khususnya bagi lembaga-lembaga pendidikan sekolah yang berminat untuk memanfaatkan teknologi internet untuk kepentingan pembelajaran. Melalui perencanaan yang baik dan diikuti dengan pelaksanaan kegiatan secara bertahap, maka lembaga pendidikan sekolah diharapkan akan dapat secara optimal memanfaatkan teknologi internet untuk menunjang kepentingan pendidikan yang dikelolanya atau kegiatan pembelajaran pada khususnya.
PENGENALAN SINGKAT TENTANG TEKNOLOGI INTERNET
Menurut Brotosiswoyo (2003) internet pada dasarnya adalah perpaduan antara kemajuan teknologi informasi dengan telekomunikasi. Teknologi informasi memunculkan cara untuk mengubah informasi baik yang tadinya berwujud tulisan, gambar maupun suara menjadi wujud kumpulan lambang bilangan 0 dan 1 yang disebut digital. Dengan bantuan peralatan yang disebut processor seperti yang terdapat di dalam komputer, informasi yang bersifat digital ini diproses dengan kecepatan lebih dari satu miliar langkah dalam setiap detiknya. Hasilnya adalah seperti yang sekarang ini dapat dinikmati oleh pengguna internet.
Teknologi internet menurut dal Pian dan da Silveira (1996) dapat membantu (1) menghasilkan/menumbuh-kembangkan nilai-nilai baru, (2) menjangkau peserta belajar dalam jumlah yang besar, dan (3) memberdayakan individu dan kelompok sosial. Dalam kaitan ini, fungsi internet adalah sebagai media pembelajaran. Melalui pemanfaatan internet, seseorang dapat membelajarkan dirinya sehingga memperoleh nilai-nilai baru yang dikembangkan di dalam dirinya, atau memantapkan berbagai pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.
Internet memberikan berbagai kemungkinan dan kemudahan kepada para penggunanya untuk berkomunikasi dalam waktu yang nyata, dari manapun dan di manapun mereka berada. Yang diperlukan hanyalah seperangkat komputer yang sudah dilengkapi dengan fasilitas modem dan kemudian menghubungkannya dengan sambungan telepon. Seandainya tidak memungkinkan memiliki fasilitas yang demikian ini, seseorang dapat dengan mudah melakukan akses informasi melalui internet dengan mendatangi Warung Internet yang banyak tersedia di masyarakat dewasa ini.
Manfaat yang dapat diperoleh melalui penggunaan internet dirasakan juga di Indonesia. Berdasarkan data yang disajikan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bahwa jumlah pengguna internet meningkat secara pesat. Jika pada tahun 1998, pengguna internet di Indonesia berjumlah sekitar 512.000 orang, maka angka ini meningkat hampir empat kali lipat pada tahun 2000 di mana terdapat sekitar 1.900.000 pengguna internet (APJII, 2003).
Dalam kurun waktu yang sama (1998-2000), kecenderungan peningkatan jumlah pengguna internet ini juga terjadi di berbagai negara lainnya, seperti: (1) di  Brazil, dari 1,7 juta pengguna internet meningkat menjadi 9,8 juta orang, (2) di China, dari 3,8 juta menjadi 16,9 juta orang, dan (3) di Uganda, dari 3.000 pengguna internet meningkat menjadi 25.000 orang (Downer, 2001). Angka ini menunjukkan peningkatan jumlah pengguna internet yang sangat cepat terutama di Uganda yaitu sekitar 800% selama kurun waktu 2 tahun.
Perkembangan berikutnya yang juga menarik untuk dicatat adalah perkembangan jumlah pengguna internet di Indonesia dari tahun 2002 ke tahun 2003. Jika pada tahun 2002, pengguna internet berjumlah sekitar 4.500.000 orang, maka angka ini meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 2003 di mana terdapat sekitar 8.080.534 pengguna internet. Bahkan diestimasikan jumlah pengguna internet di Indonesia selama tahun 2004 akan meningkat sekitar 50% yaitu menjadi sekitar 12.000.000 orang.
TEKNOLOGI INTERNET UNTUK KEGIATAN PEMBELAJARAN
Internet merupakan suatu alat atau sarana pembelajaran yang ampuh karena kemampuan atau potensi yang dimilikinya yang memungkinkan dikembangkannya masyarakat dan peserta belajar yang bersifat global. Internet memberikan peluang untuk (1) meningkatkan akses terhadap informasi, (2) mengumpulkan, menganalisis dan mengorganisasikan informasi, (3) mengkomunikasikan gagasan dan informasi, (4) merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan, (5) bekerja sama dengan orang lain, (6) memecahkan berbagai masalah, dan (7) memupuk/mengembangkan pengertian kultural (Kimber & Nikki, 1998).
Salah satu contoh mengenai kegiatan atau program pembelajaran melalui internet adalah yang diselenggarakan oleh Virtual High School (VHS) di Amerika Serikat pada tahun 1997. Program ini pada awalnya diikuti oleh sekitar 28 sekolah menengah di Amerika Serikat dan kemudian berkembang pesat sehingga jumlah siswa yang dilayani sekitar 3000 orang yang berasal dari 150 sekolah yang tersebar di 30 negara bagian dan dari 5 negara asing lainnya.
Ada beberapa persyaratan bagi para siswa yang mengikuti program pembelajaran melalui internet yaitu para siswa haruslah: (1) bermotivasi tinggi untuk berhasil belajar secara mandiri, (2) tekun atau ulet dalam kegiatan belajarnya karena keberhasilan belajar adalah sepenuhnya tergantung pada diri para siswa sendiri, (3) senang belajar, melakukan kajian, membaca dan bersifat mandiri, dan (4) dapat belajar secara luwes.
Selain manfaat program pembelajaran melalui internet sebagaimana yang dikemukakan Brown (2000), masih ada manfaat lain yaitu fleksibilitas kegiatan pembelajaran, baik dalam arti interaksi peserta didik dengan materi/bahan pembelajaran, maupun interaksi peserta didik dengan dosen/guru/instruktur, serta interaksi antara sesama peserta didik untuk mendiskusikan materi pembelajaran (Siahaan, 2002).
Sedangkan Bates (1995) mengidentifikasi 4 keuntungan/manfaat kegiatan pembelajaran melalui internet, yaitu: (1) dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity), (2) memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility), (3) menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a global audience), (4) mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).
Selanjutnya, dalam merencanakan pemanfaatan internet untuk pembelajaran, haruslah ditentukan terlebih dahulu apa yang menjadi fungsi dari pemanfaatan internet itu sendiri bagi kegiatan pembelajaran. Ada tiga fungsi media (termasuk internet) dalam kegiatan pembelajaran, yaitu sebagai (1) komplemen (pelengkap), (2) supplemen (tambahan), atau (3) substitusi (pengganti) terhadap pelajaran sekolah (Siahaan, 2002).
Pada tahap perencanaan materi pembelajaran melalui pemanfaatan internet, haruslah terlebih dahulu ditentukan fungsi mana yang akan dipilih. Keputusan inilah yang akan mengarahkan para guru mengembangkan rancangan materi pembelajaran yang akan dimanfaatkan melalui internet. Fungsi manapun yang akan dipilih, para guru tentunya dituntut untuk belajar dari guru atau sekolah lain yang telah lebih dahulu berpengalaman menyelenggarakan kegiatan pembelajaran melalui pemanfaatan internet.
Sebelum menyelengarakan kegiatan pemanfaatan internet untuk pembelajaran, guru merupakan faktor yang sangat menentukan dan keterampilannya memotivasi peserta didik menjadi hal yang krusial. Dengan demikian, guru haruslah bersikap transparan menyampaikan informasi tentang kegiatan pembelajaran sehingga peserta didik dapat belajar secara baik untuk mencapai hasil belajar yang baik. Informasi yang dimaksudkan di sini mencakup (1) alokasi waktu untuk mempelajari materi pembelajaran dan penyelesaian tugas-tugas, (2) keterampilan teknologis yang perlu dimiliki peserta didik untuk memperlancar kegiatan pembelajarannya, dan (3) fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran (Rankin, 2002).
Para guru dalam kegiatan pembelajaran elektronik juga dituntut aktif dalam diskusi (McCracken, 2002), misalnya dengan cara: (1) merespons setiap informasi yang disampaikan peserta didik, (2) menyiapkan dan menyajikan risalah dan berbagai sumber (referensi) lainnya, (3) memberikan bimbingan dan dorongan kepada peserta didik untuk saling berinteraksi, (4) memberikan umpan balik secara individual dan berkelanjutan kepada semua peserta didik, (5) menggugah/mendorong peserta didik agar tetap aktif belajar dan mengikuti diskusi, serta (6) membantu peserta didik agar tetap dapat saling berinteraksi.
Sehubungan dengan pembelajaran melalui pemanfaatan internet, Soekartawi (2003) mengidentifikasi ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh, yaitu antara lain (1) meningkatkan kompetensi belajar siswa, (2) meningkatkan keterampilan dan pengalaman mengajar dalam pengadaan bahan-bahan belajar, (3) mengatasi masalah-masalah keterbatasan tenaga, dan (4) meningkatkan efisiensi kerja.
SOSIALISASI PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMPUTER DAN INTERNET
Pengenalan suatu program inovasi, betapapun bagusnya, akan mengalami kegagalan manakala tidak diawali terlebih dahulu dengan sosialisasi yang memadai kepada pihak yang akan menggunakan atau memanfaatkannya (end users). Dengan tidak ada atau minimnya sosialisasi yang dilakukan, maka pelaksana atau pengguna yang akan memanfaatkan program inovasi kemungkinan akan merasakan bahwa mereka tidak mengetahui apa yang menjadi esensi program itu dikenalkan kepada mereka.
Berkaitan dengan pengenalan program inovasi sepeti tersebut di atas, pertanyaan yang mungkin dikemukakan oleh sasaran atau pihak yang akan memanfaatkan program adalah “Apakah memang program yang dikenalkan tersebut merupakan kebutuhan kami? Atau, “apakah program yang dikenalkan itu hanya merupakan kehendak atau kebutuhan pihak tertentu saja?” Apabila sosialisasi tidak dilakukan atau sosialisasi dilakukan tetapi kadarnya sangat kurang, maka dapat saja terjadi bahwa pihak yang akan menjadi sasaran program hanya sekedar melaksanakan saja tanpa ada perasaan memiliki program yang ditujukan kepada mereka (the project for the sake of the project).
Lembaga-lembaga kursus komputer dapat saja mendatangi sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan pentingnya kursus komputer bagi para siswa sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Selain itu, beberapa lembaga kursus komputer memberikan penawaran yang menarik kepada pihak manajemen sekolah, yaitu kesediaan untuk melatih para gurunya secara gratis. Di samping itu, para guru juga diberi kesempatan untuk mencicil pembelian komputer dengan rentangan waktu yang relatif lebih panjang. Demikian juga untuk melatih para siswa, lembaga-lembaga kursus komputer memberikan penawaran yang menarik misalnya dengan biaya kursus yang kompetetif atau lebih rendah dengan biaya kursus untuk umum.
Bahkan dapat saja terjadi bahwa lembaga kursus komputer yang menawarkan untuk melengkapi sekolah dengan lab komputer yang misalnya terdiri atas 20 unit. Tawaran ini disertai dengan berbagai kemudahan. Misalnya, sekolah dapat saja mencicil pembayarannya melalui anggaran sekolah yang ada. Pihak manajemen sekolah juga akan melakukan sosialisasi rencana untuk pengadaan lab komputer kepada para guru, siswa, dan orangtua siswa.
Manakala lab komputer dan fasilitas koneksi internet sudah tersedia di sekolah, maka sekolah dapat saja menjalin kerjasama dengan berbagai institusi lainnya yang mempunyai keahlian di bidang teknologi internet untuk pembelajaran. Tujuannya terutama adalah untuk mempersiapkan para guru sehingga memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk merancang, mengembangkan, dan menyajikan materi pembelajaran melalui pemanfaatan internet. Dalam kaitan ini, Pusat Pendidikan Terbuka/Jarak Jauh Asia Tenggara (SEAMEO Regional Open Learning Center atau disingkat SEAMOLEC) merupakan salah satu lembaga yang telah berpengalaman melatih tenaga edukatif (guru, dosen, instruktur pelatihan) di bidang merancang, mengembangkan, dan menyajikan materi pembelajaran melalui pemanfaatan internet.
Tentunya melalui kerjasama yang dijalin oleh pihak manajemen sekolah dengan berbagai institusi yang bergerak di bidang teknologi komputer, internet dan e-learning akan dapat membantu sekolah dalam pengadaan komputer, fasilitas lainnya dan penyiapan tenaga yang dibutuhkan. Sedangkan kerjasama pihak sekolah dengan orangtua siswa akan dapat membantu sekolah membelajarkan para siswa dalam hal pemanfaatan komputer dan internet. Kontribusi para orangtua siswa ini dapat berupa penambahan biaya SPP setiap bulannya. Kepada para siswa juga diharapkan agar benar-benar memanfaatkan fasilitas komputer yang akan diadakan sehingga mereka menguasai pengetahuan dan keterampilan dasar di bidang komputer dan internet.
Pada umumnya para orangtua tentulah tidak keberatan sejauh peningkatan kontribusi mereka memang akan memberikan nilai tambah kepada anak-anak mereka (added values). Nilai tambah ini dapat saja berupa kemampuan dan keterampilan tambahan yang dimiliki oleh para siswa di bidang pengetahuan dasar komputer sesuai dengan perkembangan tuntutan dunia kerja. Dengan demikian, para siswa yang menyelesaikan pendidikannya akan sekaligus juga memiliki bekal mencari kerja berupa kemampuan dan keterampilan di bidang komputer.
PENGENALAN PEMANFAATAN INTERNET
Dari berbagai institusi yang telah berpengalaman menyelenggarakan kegiatan pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi internet, ada beberapa tahapan kegiatan yang perlu mendapat perhatian untuk dilaksanakan, seperti misalnya: sosialisasi internal, mempersiapkan sumber daya manusianya, mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan, menjalin kerjasama dengan berbagai institusi yang relevan dan kemudian melakukan secara bertahap pemanfaatan internet untuk pembelajaran (perintisan).
Pengenalan pemanfaatan internet kepada siswa dapat saja dimulai dengan penjelasan tentang cara melakukan koneksi ke internet, pembuatan email address, prosedur dan cara-cara menggunakan email. Setelah dinilai bahwa para siswa telah dapat memahami informasi yang diberikan, maka guru memberikan tugas kepada para siswa untuk mempraktekkan pengetahuan yang telah diperoleh. Tugas ini tentunya dilakukan melalui email.
Tugas yang diberikan guru dapat saja dimulai dari yang sangat sederhana (misalnya hanya sekedar menjawab beberapa pertanyaan) sampai dengan penyelesaian tugas yang membutuhkan beberapa halaman. Demikian juga dengan para siswa dalam penyerahan tugas yang telah dikerjakannya, dilakukan dengan menggunakan fasilitas internet. Dengan tahapan kegiatan awal yang demikian ini, guru akan dapat mengetahui siswa yang mengalami kesulitan dalam menggunakan email dan mereka ini segera dibantu untuk mengatasi kesulitan yang ada.
Setelah kegiatan komunikasi melalui email berjalan lancar, maka guru dapat mengenalkan alat komunikasi beikutnya, seperti newsgroup atau papan bulletin dan chatting. Manaka fasilitas lab komputer, LAN, dan koneksi internet tersedia di sekolah, maka guru bersama para siswa dapat mempraktekkan sarana komunikasi yang disebut chatting tentunya setelah diajarkan cara-cara penggunaannya.
Tahapan kegiatan berikutnya yang dijelaskan oleh guru dapat saja misalnya tentang cara-cara mencari informasi tertentu melalui internet (internet browsing), melakukan down loading dokumen tertentu dari internet atau mengcopy bagian tertentu dari suatu dokumen melalui internet. Dalam kaitan ini, siswa diberi tugas untuk mencari berbagai informasi dari internet mengenai topik tertentu dan membuat ringkasannya dengan menyebutkan sumbernya.
Hasil pekerjaan siswa juga dikirimkan kepada guru sebagai lampiran melalui email. Para siswa yang mengalami kesulitan senantiasa diberi kesempatan untuk mengemukakannya langsung kepada guru melalui email sehingga guru dapat membantu siswa mengatasi kesulitannya. Dengan memanfaatkan email secara optimal maka secara berangsur-angsur para siswa telahmengembangkan budaya email di dalam dirinya.
Penjelasan atau pengenalan internet kepada siswa yang dilakukan secara bertahap dan diikuti langsung dengan penugasan-penugasan akan dapat lebih memantapkan rasa percaya diri siswa mengenai kemampuan dan keterampilan yang telah dipelajarinya di sekolah. Para siswapun diberi kesempatan untuk mencoba menerapkan bekal pengetahuan dan keterampilannya dan kemudian melaporkan hasilnya kepada gurunya. Untuk memenuhi tugas praktek ini, ada baiknya para siswa membentuk kelompok-kelompok kecil. Tujuannya adalah agar dapat saling berkontribusi dalam menghadapi kemungkinan kesulitan/kendala yang dihadapi sekaligus juga akan dapat meringankan biaya akses internet.
PERINTISAN PEMANFAATAN INTERNET UNTUK PEMBELAJARAN
Setelah berbagai persiapan yang berkaitan dengan pemanfaatan internet untuk kegiatan pembelajaran, maka langkah berikutnya yang dilakukan sekolah adalah menyelenggarakan perintisan. Tentunya dimulai dari beberapa mata pelajaran yang gurunya memang telah memperlihatkan kesungguhan dan antusias untuk melaksanakan perintisan pemanfaatan internet untuk pembelajaran.
Langkah-langkah kegiatannya dapat saja dimulai dari yang paling sederhana, yaitu mengoptimalkan pemanfaatan email dalam pemberian tugas oleh guru dan penyerahan hasil pelaksanaan tugas oleh siswa. Kemudian, pemberian tugas yang mengkondisikan siswa untuk melakukan browsing dan mendiskusikan topik-topik tertentu melalui mailing list (milis), newsgroup, atau yang disebut juga papan bulletin.
Jika sekolah memungkinkan untuk mempersiapkan gurunya menggunakan perangkat lunak (software) tertentu untuk mengembangkan dan menyajikan materi pembelajaran, maka sekolah dapat saja memulai perintisan pemanfaatan internet untuk pembelajaran dengan menggunakan software yang telah dikuasai. Tentunya harus menjadi pertimbangan pihak manajemen sekolah apabila software yang akan digunakan itu adalah jenis yang harus dibeli. Kalaupun seandainya sekolah memang mampu untuk membeli software-nya, langkah pertimbangan berikutnya adalah apakah memang mudah penggunaannya (user friendly). Jika memang ya, maka para guru juga haruslah mensosialisasikan kepada para siswa software yang akan digunakan.
Hambatan dan Tantangan Mengakses Internet
Salah satu hambatan yang dihadapi siswa dalam mengakses internet adalah instruksi atau pedoman yang diberikan komputer dalam bahasa Inggris. Kekhawatiran para siswa akan ketidakmampuan mereka memahami instruksi/pedoman yang berbahasa Inggris dalam mengakses internet seyogianya tidak perlu terjadi. Pola pikir atau sikap para siswa ini harus dibalik, yaitu mengubah hambatan menjadi tantangan. Hambatan akan tetap menjadi hambatan apabila tidak diselesaikan. Dengan keberanian menyelesaikan hambatan, berarti telah terjadi satu langkah kemajuan.
Kemampuan berbahasa (termasuk bahasa Inggris) akan semakin meningkat apabila semakin tinggi frekuensi penggunaannya. “Perasaan takut membuat kesalahan” haruslah ditinggalkan dan diganti dengan “keberanian belajar yang benar melalui kesalahan”. Inilah tantangan bagi para siswa dan bukan justru disikapi sebaliknya. Hendaknya motivasi atau semangat para siswa untuk memanfaatkan internet bagi kepentingan pembelajaran tidak perlu menjadi surut hanya semata-mata karena tingkat penguasaan bahasa Inggris yang dirasakan belum baik.
Perasaan kurang percaya diri akan kemampuan yang dimiliki untuk memanfaatkan teknologi internet (gagap teknologi atau gatek) merupakan faktor lain yang juga dapat menjadi hambatan. Sekalipun misalnya sudah dibekali dengan pengetahuan tentang prosedur atau cara-cara pemanfaatan internet di sekolah, masih ada saja para siswa yang merasa ragu-ragu atau belum berani memanfaatkan internet. Kecenderungan kelompok siswa yang demikian ini adalah menjadi ‘penggembira’ atau ‘penonton’ di kalangan teman-temannya sewaktu mereka harus melakukan akses internet.
Perasaan kurang percaya diri yang berkembang di kalangan para siswa dipengaruhi juga oleh tingkat penguasaan bahasa Inggris mereka. Kemungkinan akan berbeda halnya apabila bahasa Indonesia termasuk salah satu di antara bahasa instruksi/pedoman yang digunakan sebagai bahasa instruksi/pedoman di internet. Sebagaimana halnya yang dilakukan oleh beberapa negara lainnya, seperti Korea, Jepang, dan Cina. Salah satu upaya untuk membudayakan pemanfaatan teknologi internet di kalangan masyarakat, penggunaan bahasa nasional merupakan faktor yang sangat penting. Teknologi diperkenalkan kepada masyarakat melalui pendekatan budaya.
Faktor kemampuan finasial para orangtua siswa juga akan turut mempengaruhi sikap siswa dalam melakukan akses internet. Kondisi ini tentunya sangat dirasakan oleh para siswa yang berasal dari keluraga yang ‘hidupnya pas-pasan’. Hambatan keterbatasan finansial ini tentunya akan dapat diatasi melalui ‘usaha patungan’ di antara beberapa orang siswa.
Upaya lain untuk mengatasi hambatan finansial adalah tidak melakukan penyelesaian tugas selama koneksi internet berlangsung karena akan membutuhkan banyak waktu sehingga akan memperbesar biaya akses internet. Karena itu, disarankan agar tugas yang diberikan guru diselesaikan terlebih dahulu dan setelah selesai, barulah file elektroniknya di copy ke disket untuk dikirimkan sebagai attachment melalui email.
Jika kaitannya dengan mencari informasi berupa hasil-hasil penelitian atau kajian melalui internet, maka disarankan agar apabila informasi atau dokumen yang dicari dari internet sudah ditemukan, langsung saja di ‘download’ ke disket. Mempelajari dokumennya dapat dilakukan di luar koneksi internet. Dengan cara demikian ini maka waktu yang digunakan untuk koneksi ke internet akan dapat ditekan sesingkat mungkin sehingga konsekuensi biaya yang dikeluarkan akan relatif lebih sedikit.