Senin, 29 September 2014
pasar elektronik
Pengertian Perdagangan Elektronik (E-Commerce)
Perdagangan sebenarnya merupakan kegiatan yang
dilakukan manusia sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia,
cara dan sarana yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah. Bentuk
perdagangan terbaru yang kian memudahkan penggunanya kini ialah e-commerce.
Makhluk apa sesungguhnya e-commerce itu, bagaimana ia dapat mempermudah
penggunanya, serta peran pentingnya akan dibahas dalam tulisan ini.
wikipedia
Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic
commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian,
penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau
televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan
transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen
inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang
ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang
berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik,
SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau
pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online
transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data
interchange /EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari
e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar
perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan
nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan
teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat
elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti
halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.
Pengertian Lain E-Commerce :
Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai
bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan
electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba
dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai
segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods
and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah
disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari
kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.
Media elektronik yang dibicarakan di dalam tulisan ini
untuk sementara hanya difokuskan dalam hal penggunaan media internet. Pasalnya,
penggunaan internetlah yang saat ini paling populer digunakan oleh banyak
orang, selain merupakan hal yang bisa dikategorikan sebagai hal yang sedang
‘booming’. Perlu digarisbawahi, dengan adanya perkembangan teknologi di masa
mendatang, terbuka kemungkinan adanya penggunaan media jaringan lain selain
internet dalam e-commerce. Jadi pemikiran kita jangan hanya terpaku pada
penggunaan media internet belaka.
Penggunaan internet dipilih oleh kebanyakan orang
sekarang ini karena kemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet,
yaitu:
Internet sebagai jaringan publik yang sangat besar
(huge/widespreadnetwork), layaknya yang dimiliki suatu jaringan publik
elektronik, yaitu murah, cepat dan kemudahan akses.
Menggunakan electronic data sebagai media penyampaian pesan/data sehingga dapat dilakukan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah dan ringkas, baik dalam bentuk data elektronik analog maupun digital.
Menggunakan electronic data sebagai media penyampaian pesan/data sehingga dapat dilakukan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah dan ringkas, baik dalam bentuk data elektronik analog maupun digital.
Dari apa yang telah diuraikan di atas, dengan kata
lain; di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan
perdagangan/perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public
network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.
E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang
menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service
providersdan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan
jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet.
Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.
Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.
Sedangkan Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip
pendapatnya David Baum, menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamic set of
technologies, aplications, and business procces that link enterprises,
consumers, and communities through electronic transaction and the electronic
exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-commerce merupakan suatu
set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan
perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan
barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.
E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public. Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:
E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public. Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:
· Electronic Markets
(EMs).
EMs adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi
informasi dan komunikasi untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah
segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang
ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar
organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli
untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan. Keuntungan
fasilitas EMs bagi pelanggan adalah terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal
waktu. Sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai
produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik
pelanggan lebih banyak.
· Electronic Data
Interchange (EDI).
EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data
transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara
organisasi-organisasi komersial.
Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”.
EDI sangat luas penggunaannya, biasanya digunakan oleh kelompokretail yang besar ketika melakukan bisnis dagang dengan para supplier mereka.
EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpa memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.
Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”.
EDI sangat luas penggunaannya, biasanya digunakan oleh kelompokretail yang besar ketika melakukan bisnis dagang dengan para supplier mereka.
EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpa memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.
· Internet Commerce.
Internet commerce adalah penggunaan internet yang
berbasis teknologi
informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan terbukti mempunyai keuntungan antara lain untuk beberapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet; harga lebih murah mengingat membuat situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuka outlet retail di berbagai tempat; internet merupakan media promosi perusahaan
dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan.
informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan terbukti mempunyai keuntungan antara lain untuk beberapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet; harga lebih murah mengingat membuat situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuka outlet retail di berbagai tempat; internet merupakan media promosi perusahaan
dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan.
Karakteristik E-Commerce.
Berbeda dengan transaksi perdagangan biasa, transaksi
e-commerce memiliki beberapa karakteristik yang sangat khusus, yaitu :
Transaksi tanpa batas
Sebelum era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau individu yang ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu dengan modal besar yang dapat memasarkan produknya ke luar negeri.Dewasa ini dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukup dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa batas waktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut dan melakukan transaksi secara on line.
Sebelum era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau individu yang ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu dengan modal besar yang dapat memasarkan produknya ke luar negeri.Dewasa ini dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukup dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa batas waktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut dan melakukan transaksi secara on line.
Transaksi anonim
Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yang biasanya dengan kartu kredit.
Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yang biasanya dengan kartu kredit.
Produk digital dan non digital
Produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan hidup lainnya.
Produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan hidup lainnya.
Produk barang tak berwujud
Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commercen dengan menawarkan barang tak berwujud separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.
Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commercen dengan menawarkan barang tak berwujud separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.
Implementasi e-commerce pada dunia industri yang
penerapannya semakin lama semakin luas tidak hanya mengubah suasana kompetisi
menjadi semakin dinamis dan global, namun telah membentuk suatu masyarakat
tersendiri yang dinamakan Komunitas Bisnis Elektronik (Electronic Business
Community). Komunitas ini memanfaatkan cyberspace sebagai tempat bertemu,
berkomunikasi, dan berkoordinasi ini secara intens memanfaatkan media dan
infrastruktur telekomunikasi dan teknologi informasi dalam menjalankan
kegiatannya sehari-hari. Seperti halnya pada masyarakat tradisional, pertemuan
antara berbagai pihak dengan beragam kepentingan secara natural telah membentuk
sebuah pasar tersendiri tempat bertemunya permintaan (demand) dan penawaran
(supply). Transaksi yang terjadi antara demand dan supply dapat dengan mudah
dilakukan walaupun yang bersangkutan berada dalam sisi geografis yang berbeda
karena kemajuan dan perkembangan teknologi informasi, yang dalam hal ini adalah
teknologi e-commerce.
Secara umum e-commerce dapat diklasifasikan menjadi
dua jenis yaitu; Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).
Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis, sedangkan Business to Consumer (B2C) merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer
Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis, sedangkan Business to Consumer (B2C) merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer
Dalam Business to Business pada umumnya transaksi
dilakukan oleh para trading partners yang sudah saling kenal dengan format data
yang telah disepakati bersama. Sedangkan dalam Business to Customer sifatnya
terbuka untuk publik, sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu
web server. Dalam kajian ini, untuk selanjutnya yang akan dibahas adalah
Business to
Customer.
Customer.
Mekanisme E-Commerce.
Transaksi elektronik antara e-merchant (pihak yang
menawarkan barang atau jasa melalui internet) dengan e-customer (pihak yang
membeli barang atau jasa melalui internet) yang terjadi di dunia maya atau di
internet pada umumnya berlangsung secara paperless transaction, sedangkan
dokumen yang digunakan dalam transaksi tersebut bukanlah paper document,
melainkan dokumen
elektronik (digital document).
elektronik (digital document).
Kontrak on line dalam e-commerce menurut Santiago
Cavanillas dan A. Martines Nadal, seperti yang dikutip oleh Arsyad Sanusi
memiliki banyak tipe dan variasi yaitu :
Kontrak melalui chatting dan video conference;
Kontrak melalui e-mail;
Kontrak melalui web atau situs.
Kontrak melalui chatting dan video conference;
Kontrak melalui e-mail;
Kontrak melalui web atau situs.
Chatting dan Video Conference adalah alat komunikasi
yang disediakan oleh internet yang biasa digunakan untuk dialog interaktif
secara langsung. Dengan chatting seseorang dapat berkomunikasi secara langsung
dengan orang lain persis seperti telepon, hanya saja komunikasi lewat chatting
ini adalah tulisan atau pernyataan yang terbaca pada komputer masing-masing.
Sesuai dengan namanya, video conference adalah alat untuk berbicara dengan beberapa pihak dengan melihat gambar dan mendengar suara secara langsung pihak yang dihubungi dengan alat ini. Dengan demikian melakukan kontrak dengan menggunakan jasa chatting dan video conference ini dapat dilakukan secara langsung antara beberapa pihak dengan menggunakan sarana komputer atau monitor televisi.
Sesuai dengan namanya, video conference adalah alat untuk berbicara dengan beberapa pihak dengan melihat gambar dan mendengar suara secara langsung pihak yang dihubungi dengan alat ini. Dengan demikian melakukan kontrak dengan menggunakan jasa chatting dan video conference ini dapat dilakukan secara langsung antara beberapa pihak dengan menggunakan sarana komputer atau monitor televisi.
Kontrak melalui e-mail adalah salah satu kontrak
on-line yang sangat populer karena pengguna e-mail saat ini sangat banyak dan
mendunia dengan biaya yang sangat murah dan waktu yang efisien. Untuk
memperoleh alamat e-mail dapat dilakukan dengan cara mendaftarkan diri kepada
penyedia layanan e-mail gratis atau dengan mendaftarkan diri sebagai subscriber
pada server atau ISP tertentu. Kontrak e-mail dapat berupa penawaran yang
dikirimkan kepada seseorang atau
kepada banyak orang yang tergabung dalam sebuah mailing list, serta penerimaan dan pemberitahuan penerimaan yang seluruhnya dikirimkan melalui e-mail.
Di samping itu kontrak e-mail dapat dilakukan dengan penawaran barangnya diberikan melalui situs web yang memposting penawarannya, sedangkan penerimaannya dilakukan melalui e-mail.
kepada banyak orang yang tergabung dalam sebuah mailing list, serta penerimaan dan pemberitahuan penerimaan yang seluruhnya dikirimkan melalui e-mail.
Di samping itu kontrak e-mail dapat dilakukan dengan penawaran barangnya diberikan melalui situs web yang memposting penawarannya, sedangkan penerimaannya dilakukan melalui e-mail.
Kontrak melalui web dapat dilakukan dengan cara situs
web seorang supplier (baik yang berlokasi di server supplier maupun diletakkan
pada server pihak ketiga) memiliki diskripsi produk atau jasa dan satu seri
halaman yang bersifat self-contraction, yaitu dapat digunakan untuk membuat
kontrak sendiri, yang memungkinkan pengunjung web untuk memesan produk atau
jasa tersebut.
Para konsumen harus menyediakan informasi personal dan harus menyertakan nomor kartu kredit.
Selanjutnya, mekanismenya adalah sebagai berikut:
– untuk produk on line yang berupa software, pembeli diizinkan untuk men-download-nya;
– untuk produk yang berwujud fisik, pengiriman barang dilakukan sampai di rumah konsumen;
– untuk pembelian jasa, supplier menyediakan untuk melayani konsumen sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam perjanjian.
Para konsumen harus menyediakan informasi personal dan harus menyertakan nomor kartu kredit.
Selanjutnya, mekanismenya adalah sebagai berikut:
– untuk produk on line yang berupa software, pembeli diizinkan untuk men-download-nya;
– untuk produk yang berwujud fisik, pengiriman barang dilakukan sampai di rumah konsumen;
– untuk pembelian jasa, supplier menyediakan untuk melayani konsumen sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam perjanjian.
Mekanisme transaksi elektronik dengan e-commerce
dimulai dengan adanya penawaran suatu produk tertentu oleh penjual (misalnya
bertempat kedudukan di USA) di suatu website melalui server yang berada di
Indonesia (misalnya detik.com). Apabila konsumen Indonesia melakukan pembelian,
maka konsumen tersebut akan mengisi order mail yang telah disediakan oleh pihak
penjual.
Rabu, 17 September 2014
pengantar e-business
PENGANTAR E-BISNIS
1. Pengertian E-bisnis
Pengertian e-Business atau definisi e-business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Penggunaan sehari-hari, e-business tidak hanya menyangkut perdagangan elektronik atau e-commerce saja. Dalam hal ini, e-commerce lebih merupakan sub bagian dari e-business, sementara e-business meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet. Sebagai bagian dari e-business, e-commerce lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-commerce mempunyai goal untuk menambah revenu dari perusahaan.
E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-business memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.
2. Model-model E-bisnis
a. model-model e-business
E-Business atau E-Bisnis dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. Istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Lou Gerstner, seorang CEO perusahaan IBM ini, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet. E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Dalam penggunaan sehari-hari, e-bisnis tidak hanya menyangkut e-dagang (perdagangan elektronik atau e-commerce) saja. Dalam hal ini, e-dagang lebih merupakan sub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari e-bisnis, e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-dagang mempunyai goal untuk menambah pendapatan dari perusahaan
Sementara itu, e-bisnis berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-bisnis memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.
E-business merujuk pada seluruh penggunaan tingkat lanjut dalam teknologi informasi, khususnya teknologi jaringan dan komunikasi, untuk meningkatkan cara organisasi melakukan seluruh proses bisnisnya.Rata Penuh
Model-model E-business
Terdapat dua model E-business, yaitu :
1. B2C (Business to Consumers)
Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi. Business to consumers atau business to costumer menggambarkan kegiatan bisnis melayani konsumen dengan produk atau jasa. Misalkan orang membeli sepasang sepatu dari pengecer. Transaksi yang mengarah ke sepatu agar tersedia untuk pembeli, yaitu pembelian kulit, tali, karet, dll serta penjualan sepatu dari pembuat sepatu ke pengecer akan dianggap transaksi B2C.
Karakteristik B2C :
- Antara organisasi dengan perorangan
- Nilai uang yang dilibatkan lebih kecil
- Transaksi tidak sering terjadi
- Relatif sederhana
2. B2B (Business to Business)
Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi). menggambarkan transaksi perdagangan antara perusahaan, seperti antara manfaktur dan grosir, atau antara grosir dan pengecer. Volume transaksi B2B jauh lebih tinggi dibandingkan volume transaksi B2C. Alasan utamanya karena dalam rantai pasokan (Supply chain) ada banyak transaksi B2B yang mencakup bahan baku dan penjualan produk jadi ke konsumen. Sebagai contoh, sebuah produsen mobil membuat beberapa transaksi B2B seperti membeli ban, kaca untuk kaca jendela, dan selang karet untuk kendaraan. Transaksi terakhir adalah saat kendaraan jadi yang dijual kepada konsumen yang merupakan transaksi (B2C) tunggal.
Karakteristik B2B :
- Antar organisasi
- Nilai uang yang dilibatkan lebih besar
- Hubungan yang kuat dan berkelanjutan
- Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan
- Lebih kompleks
3. B2G (Business to Government)
Interaksi terjadi antara organisasi dengan pemerintah. B2G memiliki karakteristik yang sama dengan B2B sehingga B2G dapat dikelompokkan kedalam B2B. B2G adalah turunan dari B2B yang sering disebut sebagai public sector marketing atau pemasaran sektor publik yang mencakup pemasaran produk dan jasa untuk berbagai tingkat pemerintahan, negara bagian dan lokal melalui integrated marketing communication atau komunikasi pemasaran terpadu seperti strategic public relation, advertising, dan komunikasi berbasis web.
4. B2E (Business to Education)
Interaksi yang terjadi antara organisasi dengan pendidikan. Sama halnya dengan B2G, B2E juga memiliki karakteristik yang sama dengan B2B.
3. Pengaruh bisnis terhadap proses bisnis
- Pembeli dan Inbound Logistic. Internet dapat meningkatkan aktifitas pembeli dengan cara mempermudah perusahaan mengidentifikasi calon pemasok dan membandingkan harga.
- Data mengenai pembelian yang dilakukan sub unit organisasi yang berbeda dapat disentralisasikan, sehingga memungkinkan organisasi untuk menetapkan pembelian total diseluruh dunia atas berbagai produk.
- Operasi internal, sumber daya manusia, dan infrastuktur. Teknologi komunikasi tingkat lanjut dapat secara signifikan meningkatkan effisiensi operasi internal. Peningkatan akses ke informasi juga dapat secara signifikan meningkatkan perencanaan. Pada sumber daya manusia, aktifitas ini mendukung untuk effisiensi dan efektifitas dalam aktifitas utama.
- Outbound Logistic. Akses yang tepat waktu dan akurat atas informasi rinci tentang pengiriman memungkinkan penjual mengurangi biaya tranportasi melalui cara pengiriman gabungan ke para pelanggan yang dekat lokasinya satu dengan yang lainnya. Informasi yang lebih tepat waktu tentang penjualan dapat membantu pabrik mengoptimalkan jumlah persediaan yang ditanggungnya.
- Penjualan dan Pemasaran. Perusahaan dapat menciptakan katalog elektronik di Website mereka untuk mengotomatisasikan input pesanan penjualan. Kemampuan ini tidak hanya memungkinkan para pelanggan menyampaikan pesanan saat mereka menginginkannya, tetapi juga dapat secara signifikan mengurangi jumlah staf dengan cara meniadakan telepon, surat-menyurat atau pengiriman faks.
- Pelayanan dan dukungan Purnajual. E-business dapat secara signifikan meningkatkan kualitas dukungan purnajual ke para pelanggan.
4. faktor - Faktor Keberhasilan E-Bisnis.
• Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan langkah-langkah untuk masuk dalam e-business.
• Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi keseluruhan perusahaan.
• Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun, yaitu Validitas, Integritas, dan Privasi
5. infrastruktur pada peralatan untuk e-bisnis
Teknologi berperan. Teknologi berfungsi untuk memudahkan proses atau mempersingkat langkah-langkah kerja (dari sepuluh tahap menjadi dua tahap). Transportasi memudahkan orang berpergian antar-kota. Telepon mempersingkat langkah transaksi (orang tak perlu secara fisik berada di tempat transaksi) atau bahkan dalam hal perdagangan supaya lebih efisien dal lebih mempersingkat waktu dalam hal jarak maupun waktu oleh karena itu kenapa tidak jika kita mempergunakan internet sebagai sarana bisnis yang tepat cepat dan akurat dalam mencari keuntungan.
e-business sedang berproses untuk mencari kesetimbangan dalam banyak faktor. Infrastruktur adalah faktor dengan pengaruh paling besar. Seperti contoh, gardu pembangkit listrik merupakan pendistribusian tenaga listrik di suatu tempat atau daerah. Jika kita ingin menjalankan perangkat keras computer maka akan membutuhkan tenaga listrik faktor utama untuk menjalankan sebuah komputer. Namun jika di suatu daerah tersebut terdapat gardu listrik dan sudah berdiri di satu daerah, namun infrastruktur listrik tidak memadai, tentu proses bisnis dengan cara termutakhir tak dapat berjalan baik di sana.
Kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan, terutama internet, menyediakan inrastruktur yang dibutuhkan untuk e-business. Bagian ini memberikan pengantar atas gambaran umum konsep jaringan dan mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan metode-metode alternatif yang dapat dipergunakan organisasi ataupun kelompok dalam mengimplementasikan e-business pada organisasinya. E-business bersifat universal daripada e-commerce
Jenis-jenis Jaringan yang biasanya dipakai dalam proses e-business ialah :
Banyak perusahaan ataupun beberapa organisasi yang menggunakan system e-business yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
1. Local Area Network (LAN) : sistem komputer dan peralatan lainnya, seperti printer, yang lokasinya dekat antara satu dengan lainnya.
2. Wide Area Network (WAN) : mencakup wilayah geografis yang luas, dan seringkali global.
3. Value Added Network (VAN) : nilai tambah dari jaringan, domain atau wilayah pemasok transmisi biasa, yang mencukup layanan pertukaran data elektronik, email dan layanan informasi.
4. Internet : jaringan internasional komputer (dan jaringan-jaringan yang lebih kecil) yang saling berhubungan.
Konfigurasi LAN mempunyai tiga ciri dasar, yaitu: konfigurasi bintang, konfigurasi cincin, dan konfigurasi BUS.
1. Konfigurasi Bintang
Dalam konfigurasi ini semuanya komponen terhubung dengan server pusat dan komunikasi dikendalikan seluruhnya oleh server pusat
2. Konfigurasi Cincin
Dalam konfigurasi ini setiap titik atau komponen secara langsung terhubung dengan dua titik lainnya.
3. Konfigurasi BUS
Dalam konfigurasi ini setiap peralatan dihubungkan dengan saluran utama, atau yang disebut BUS.
6. Studi kelayakan e-bisnis
Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dll.
Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena di dalam studi kelayakan terdapat berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut di atas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya.
Dan studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi tidak pada laba (social), yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis.
Aspek yang terdapat pada studi kelayakan proyek atau bisnis yang terdiri dari berbagai aspek yang sudah disebutkan di atas antara lain :
1. Aspek hukum
Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek akan dibangun yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku termasuk :
a. Perijinan :
i) Izin lokasi :
• sertifikat (akte tanah),
• bukti pembayaran PBB yang terakhir,
• rekomendasi dari RT / RW / Kecamatan
ii) Izin usaha :
• Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.
• NPWP (nomor pokok wajib pajak)
• Surat tanda daftar perusahaan
• Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
• Surat tanda rekanan dari pemda setempat
• SIUP setempat
• Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan
2. Aspek sosial ekonomi dan budaya
Berkaitan dengan dampak yang diberikan kepada masyarakat karena adanya suatu proyek tersebut :
a. Dari sisi budaya
Mengkaji tentang dampak keberadaan peroyek terhadap kehidupan masyarakat setempat, kebiasaan adat setempat.
b. Dari sudut ekonomi
Apakah proyek dapat mengubah atau justru mengurangi income per capita panduduk setempat. Seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR, dll.
c. Dan dari segi sosial
Apakah dengan keberadaan proyek wilayah menjadi semakin ramai, lalulintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat.
Untuk mendapatkan itu semua dengan cara wawancara, kuesioner, dokumen, dll. Untuk melihat apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan membandingkan keinginan investor atau pihak yang terkait dengan sumber data yang terkumpul.
3. Aspek pasar dan pemasaran
Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk suatu produk yang akan di tawarkan oleh suatu proyek tersebut :
• Potensi pasar
• Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.
Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk :
• Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dll.
• Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share.
4. Aspek teknis dan teknologi
Berkaitan dengan pemilihan lokasi peroyek, jenis mesin, atau peralatan lainnya yang sesuai dengan kapasitas produksi, lay out, dan pemilihan teknologi yang sesuai.
5. Aspek manajemen
Berkaitan dengan manajemen pembangunan proyek dan operasionalnya.
6. Aspek keuangan
Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.
7. Proposal e-bisnis
langkah - langkah pembuatan proposal e-bisnis.
i. Latar Belakang Perusahaan
1. Identitas Perusahaan
Berisi nama perusahaan dan juga nama atau jenis produk dari perusahaan tersebut.
2. Bidang Usaha
Berisi tentang bidang – bidang apa saja yang di tangani perusahaan tersebut.
3. Perijinan Usaha
Berisi menyangkut ijin – ijin suatu perusahaan agar dapat berdiri atau beroperasi, di antaranya NPWP, TDP, dan SIUP.
4. Alamat Perusahaan
Berisi alamat perusahaan yang meliputi alamat lokasi atau gedung perusahaan dan juga alamat web dari perusahaan.
ii. Latar Belakang Perusahaan
Berisi visi, misi, maksud serta tujuan dari suatu perusahaan.
Senin, 15 September 2014
Kearah Pemanfaatan Teknologi Internet untuk Pembelajaran
Sangat
menarik untuk mendengarkan beberapa siswa sekolah menengah yang
berbincang-bincang dengan sesama temannya tentang pengalaman pertama mereka
mengakses internet. Ada beberapa siswa yang tampak gembira dan
antusias menceritakan pengalamannya, sebagian lagi setengah berbisik-bisik
membagi pengalamannya, sebagian lagi tampak datar dan kesal karena belum
berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru, dan ada sebagian
siswa lagi yang hanya mendengarkan tanpa dapat bercerita
apa-apa karena memang kelompok siswa yang terakhir ini belum sempat ke
Warung Internet (WARNET). Gambaran yang demikian ini adalah salah satu dari
hasil pelajaran yang diberikan guru tentang cara-cara penggunaan internet.
Kegiatan
para siswa ke WARNET sudah mulai menjadi pemandangan yang biasa di berbagai
kota besar. Apabila diamati, maka ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh
para siswa yang datang ke Warung Internet. Di antara para siswa ini, ada yang
(1) memang sibuk mencari berbagai informasi yang dibutuhkan atau yang sesuai
dengan tugas-tugas pelajaran sekolah, (2) mencari berbagai informasi yang mutakhir
di berbagai bidang sehingga tidak dikatakan temannya ketinggalan berita, (3)
saling berkomunikasi dengan sesama temannya baik yang ada di Indonesia maupun
di tempat lainnya melalui email atau chatting, (4) menikmati
berbagai hiburan yang tersedia, atau (5) sekedar ikut-ikutan teman, baik yang
awalnya sebagai penonton maupun yang memang tertarik untuk belajar mengakses
internet.
Ada juga
sekolah yang mulai secara sistematis memasyarakatkan penggunaan potensi internet
untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Misalnya, para siswa
dibimbing untuk (1) memiliki alamat email (email address) yang
sifatnya gratis dan (2) mengetahui cara-cara menggunakan email, baik
yang lingkupnya seorang ke seorang (one-to-one) maupun dari seorang
kepada banyak orang (one-to-many), dan (3) cara-cara mengirimkan
dokumen yang terdiri dari beberapa halaman sebagai lampiran dari sebuah email.
Penggunaan
alamat surat elektronik (electronic mail address atau email address)
merupakan salah satu kecenderungan yang berkembang dewasa ini sebagai
manifestasi dari pemanfaatan teknologi internet. Di dalam kartu nama seseorang,
tampaknya sudah menjadi suatu kebutuhan atau gejala prestise sosial yang
berkembang dalam pergaulan bermasyarakat untuk mencantumkan alamat surat
elektronik selain informasi yang sudah lazim, seperti: nama, alamat
rumah/kantor, nomor telepon dan facsimile.
Dengan
dicantumkannya email address pada kartu nama seseorang berarti
pemegang/pemilik kartu nama membuka peluang untuk dihubungi melalui cara yang
tercepat, yaitu melalui email. Melalui email, seseorang
dimungkinkan dapat berkomunikasi dengan orang lain secara cepat, informal,
akrab/bersahabat, dan tidak terlalu kaku atau terikat prosedur. Dalam kaitan
ini, fungsi internet adalah sebagai media komunikasi.
Sebagai
media komunikasi, pemanfaatan internet berkembang sangat cepat. Dewasa ini
terdapat sekitar 560 juta pengguna internet di seluruh dunia. Satu hal lainnya
yang menarik adalah bahwa lebih dari 65% warga negara Amerika Serikat yang
berusia di atas 6 tahun telah mempunyai akses ke internet. Sebagian besar dari
mereka ini mengakses internet dari rumah, menyusul yang berikutnya dari tempat
bekerja, dan yang terakhir dari tempat-tempat umum (Aristotle Institute, 2003).
Dikatakan
internet sebagai media pembelajaran karena melalui aktivitas mengakses
internet, seseorang dapat memperoleh banyak informasi yang berkaitan dengan
bidang pengetahuan yang sedang dipelajarinya. Melalui fasilitas searching
atau browsing di internet, seseorang dapat menjelajahi berbagai sumber
informasi yang tersedia yang dapat diakses dengan cepat melalui internet.
Melalui internet, seseorang dapat mengunjungi perpustakaan sebanyak yang
dikehendaki, bahkan lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan jumlah
perpustakaan yang secara fisik memang ada (Kitao, 2002).
Berkaitan
dengan pemanfaatan internet untuk pembelajaran, ada satu temuan yang menarik
dari hasil studi eksperimen tentang pemanfaatan internet untuk kegiatan
pembelajaran remedial di Sekolah Menengah yang diselenggarakan oleh the
Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Open
Learning Center (SEAMOLEC). Dikemukakan bahwa tidak ada perbedaan yang
signifikan antara kegiatan pembelajaran remedial bahasa Inggris yang
dilaksanakan secara tatap muka maupun melalui internet (Simanjuntak dan
Siahaan, 2003). Artinya, terbuka peluang bagi para siswa untuk mengikuti
kegiatan pembelajaran remedial yang sesuai dengan kondisinya, apakah melalui
internet atau secara tatap muka.
Berdasarkan
uraian di atas tampaklah menjadi satu hal yang menarik untuk melakukan kajian
yang mengarah pada pemanfaatan teknologi internet untuk kepentingan
pembelajaran. Diharapkan setidak-tidaknya kajian ini akan dapat memberikan
beberapa pertimbangan pemikiran khususnya bagi lembaga-lembaga pendidikan
sekolah yang berminat untuk memanfaatkan teknologi internet untuk kepentingan
pembelajaran. Melalui perencanaan yang baik dan diikuti dengan pelaksanaan
kegiatan secara bertahap, maka lembaga pendidikan sekolah diharapkan akan dapat
secara optimal memanfaatkan teknologi internet untuk menunjang kepentingan
pendidikan yang dikelolanya atau kegiatan pembelajaran pada khususnya.
PENGENALAN
SINGKAT TENTANG TEKNOLOGI INTERNET
Menurut
Brotosiswoyo (2003) internet pada dasarnya adalah perpaduan antara kemajuan
teknologi informasi dengan telekomunikasi. Teknologi informasi memunculkan cara
untuk mengubah informasi baik yang tadinya berwujud tulisan, gambar maupun
suara menjadi wujud kumpulan lambang bilangan 0 dan 1 yang disebut digital.
Dengan bantuan peralatan yang disebut processor seperti yang terdapat di
dalam komputer, informasi yang bersifat digital ini diproses dengan kecepatan
lebih dari satu miliar langkah dalam setiap detiknya. Hasilnya adalah seperti
yang sekarang ini dapat dinikmati oleh pengguna internet.
Teknologi
internet menurut dal Pian dan da Silveira (1996) dapat membantu (1)
menghasilkan/menumbuh-kembangkan nilai-nilai baru, (2) menjangkau peserta
belajar dalam jumlah yang besar, dan (3) memberdayakan individu dan kelompok
sosial. Dalam kaitan ini, fungsi internet adalah sebagai media pembelajaran.
Melalui pemanfaatan internet, seseorang dapat membelajarkan dirinya sehingga
memperoleh nilai-nilai baru yang dikembangkan di dalam dirinya, atau
memantapkan berbagai pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.
Internet
memberikan berbagai kemungkinan dan kemudahan kepada para penggunanya untuk
berkomunikasi dalam waktu yang nyata, dari manapun dan di manapun mereka
berada. Yang diperlukan hanyalah seperangkat komputer yang sudah dilengkapi
dengan fasilitas modem dan kemudian menghubungkannya dengan sambungan telepon.
Seandainya tidak memungkinkan memiliki fasilitas yang demikian ini, seseorang
dapat dengan mudah melakukan akses informasi melalui internet dengan mendatangi
Warung Internet yang banyak tersedia di masyarakat dewasa ini.
Manfaat yang
dapat diperoleh melalui penggunaan internet dirasakan juga di Indonesia.
Berdasarkan data yang disajikan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet
Indonesia (APJII) bahwa jumlah pengguna internet meningkat secara pesat. Jika
pada tahun 1998, pengguna internet di Indonesia berjumlah sekitar 512.000
orang, maka angka ini meningkat hampir empat kali lipat pada tahun 2000 di mana
terdapat sekitar 1.900.000 pengguna internet (APJII, 2003).
Dalam kurun
waktu yang sama (1998-2000), kecenderungan peningkatan jumlah pengguna internet
ini juga terjadi di berbagai negara lainnya, seperti: (1) di Brazil, dari
1,7 juta pengguna internet meningkat menjadi 9,8 juta orang, (2) di China, dari
3,8 juta menjadi 16,9 juta orang, dan (3) di Uganda, dari 3.000 pengguna
internet meningkat menjadi 25.000 orang (Downer, 2001). Angka ini menunjukkan
peningkatan jumlah pengguna internet yang sangat cepat terutama di Uganda yaitu
sekitar 800% selama kurun waktu 2 tahun.
Perkembangan
berikutnya yang juga menarik untuk dicatat adalah perkembangan jumlah pengguna
internet di Indonesia dari tahun 2002 ke tahun 2003. Jika pada tahun 2002,
pengguna internet berjumlah sekitar 4.500.000 orang, maka angka ini meningkat
hampir dua kali lipat pada tahun 2003 di mana terdapat sekitar 8.080.534
pengguna internet. Bahkan diestimasikan jumlah pengguna internet di Indonesia
selama tahun 2004 akan meningkat sekitar 50% yaitu menjadi sekitar 12.000.000
orang.
TEKNOLOGI
INTERNET UNTUK KEGIATAN PEMBELAJARAN
Internet
merupakan suatu alat atau sarana pembelajaran yang ampuh karena kemampuan atau
potensi yang dimilikinya yang memungkinkan dikembangkannya masyarakat dan
peserta belajar yang bersifat global. Internet memberikan peluang untuk (1)
meningkatkan akses terhadap informasi, (2) mengumpulkan, menganalisis dan
mengorganisasikan informasi, (3) mengkomunikasikan gagasan dan informasi, (4)
merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan, (5) bekerja sama dengan orang
lain, (6) memecahkan berbagai masalah, dan (7) memupuk/mengembangkan pengertian
kultural (Kimber & Nikki, 1998).
Salah satu
contoh mengenai kegiatan atau program pembelajaran melalui internet adalah yang
diselenggarakan oleh Virtual High School (VHS) di Amerika Serikat pada
tahun 1997. Program ini pada awalnya diikuti oleh sekitar 28 sekolah menengah
di Amerika Serikat dan kemudian berkembang pesat sehingga jumlah siswa yang
dilayani sekitar 3000 orang yang berasal dari 150 sekolah yang tersebar di 30
negara bagian dan dari 5 negara asing lainnya.
Ada beberapa
persyaratan bagi para siswa yang mengikuti program pembelajaran melalui
internet yaitu para siswa haruslah: (1) bermotivasi tinggi untuk berhasil
belajar secara mandiri, (2) tekun atau ulet dalam kegiatan belajarnya karena
keberhasilan belajar adalah sepenuhnya tergantung pada diri para siswa sendiri,
(3) senang belajar, melakukan kajian, membaca dan bersifat mandiri, dan (4)
dapat belajar secara luwes.
Selain
manfaat program pembelajaran melalui internet sebagaimana yang dikemukakan
Brown (2000), masih ada manfaat lain yaitu fleksibilitas kegiatan pembelajaran,
baik dalam arti interaksi peserta didik dengan materi/bahan pembelajaran,
maupun interaksi peserta didik dengan dosen/guru/instruktur, serta interaksi
antara sesama peserta didik untuk mendiskusikan materi pembelajaran (Siahaan,
2002).
Sedangkan
Bates (1995) mengidentifikasi 4 keuntungan/manfaat kegiatan pembelajaran
melalui internet, yaitu: (1) dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran
antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity),
(2) memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time
and place flexibility), (3) menjangkau peserta didik dalam cakupan yang
luas (potential to reach a global audience), (4) mempermudah
penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content
as well as archivable capabilities).
Selanjutnya,
dalam merencanakan pemanfaatan internet untuk pembelajaran, haruslah ditentukan
terlebih dahulu apa yang menjadi fungsi dari pemanfaatan internet itu sendiri
bagi kegiatan pembelajaran. Ada tiga fungsi media (termasuk internet) dalam
kegiatan pembelajaran, yaitu sebagai (1) komplemen (pelengkap), (2) supplemen
(tambahan), atau (3) substitusi (pengganti) terhadap pelajaran sekolah
(Siahaan, 2002).
Pada tahap
perencanaan materi pembelajaran melalui pemanfaatan internet, haruslah terlebih
dahulu ditentukan fungsi mana yang akan dipilih. Keputusan inilah yang akan
mengarahkan para guru mengembangkan rancangan materi pembelajaran yang akan
dimanfaatkan melalui internet. Fungsi manapun yang akan dipilih, para guru
tentunya dituntut untuk belajar dari guru atau sekolah lain yang telah lebih
dahulu berpengalaman menyelenggarakan kegiatan pembelajaran melalui pemanfaatan
internet.
Sebelum
menyelengarakan kegiatan pemanfaatan internet untuk pembelajaran, guru
merupakan faktor yang sangat menentukan dan keterampilannya memotivasi peserta
didik menjadi hal yang krusial. Dengan demikian, guru haruslah bersikap
transparan menyampaikan informasi tentang kegiatan pembelajaran sehingga
peserta didik dapat belajar secara baik untuk mencapai hasil belajar yang baik.
Informasi yang dimaksudkan di sini mencakup (1) alokasi waktu untuk mempelajari
materi pembelajaran dan penyelesaian tugas-tugas, (2) keterampilan teknologis
yang perlu dimiliki peserta didik untuk memperlancar kegiatan pembelajarannya,
dan (3) fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran
(Rankin, 2002).
Para guru
dalam kegiatan pembelajaran elektronik juga dituntut aktif dalam diskusi
(McCracken, 2002), misalnya dengan cara: (1) merespons setiap informasi yang
disampaikan peserta didik, (2) menyiapkan dan menyajikan risalah dan berbagai
sumber (referensi) lainnya, (3) memberikan bimbingan dan dorongan kepada
peserta didik untuk saling berinteraksi, (4) memberikan umpan balik secara
individual dan berkelanjutan kepada semua peserta didik, (5)
menggugah/mendorong peserta didik agar tetap aktif belajar dan mengikuti
diskusi, serta (6) membantu peserta didik agar tetap dapat saling berinteraksi.
Sehubungan
dengan pembelajaran melalui pemanfaatan internet, Soekartawi (2003)
mengidentifikasi ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh, yaitu antara lain
(1) meningkatkan kompetensi belajar siswa, (2) meningkatkan keterampilan dan
pengalaman mengajar dalam pengadaan bahan-bahan belajar, (3) mengatasi
masalah-masalah keterbatasan tenaga, dan (4) meningkatkan efisiensi kerja.
SOSIALISASI
PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMPUTER DAN INTERNET
Pengenalan
suatu program inovasi, betapapun bagusnya, akan mengalami kegagalan manakala
tidak diawali terlebih dahulu dengan sosialisasi yang memadai kepada pihak yang
akan menggunakan atau memanfaatkannya (end users). Dengan tidak ada atau
minimnya sosialisasi yang dilakukan, maka pelaksana atau pengguna yang akan
memanfaatkan program inovasi kemungkinan akan merasakan bahwa mereka tidak
mengetahui apa yang menjadi esensi program itu dikenalkan kepada mereka.
Berkaitan
dengan pengenalan program inovasi sepeti tersebut di atas, pertanyaan yang
mungkin dikemukakan oleh sasaran atau pihak yang akan memanfaatkan program
adalah “Apakah memang program yang dikenalkan tersebut merupakan kebutuhan
kami? Atau, “apakah program yang dikenalkan itu hanya merupakan kehendak atau
kebutuhan pihak tertentu saja?” Apabila sosialisasi tidak dilakukan atau
sosialisasi dilakukan tetapi kadarnya sangat kurang, maka dapat saja terjadi
bahwa pihak yang akan menjadi sasaran program hanya sekedar melaksanakan saja
tanpa ada perasaan memiliki program yang ditujukan kepada mereka (the
project for the sake of the project).
Lembaga-lembaga
kursus komputer dapat saja mendatangi sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan
pentingnya kursus komputer bagi para siswa sesuai dengan tuntutan dunia kerja.
Selain itu, beberapa lembaga kursus komputer memberikan penawaran yang menarik
kepada pihak manajemen sekolah, yaitu kesediaan untuk melatih para gurunya
secara gratis. Di samping itu, para guru juga diberi kesempatan untuk mencicil
pembelian komputer dengan rentangan waktu yang relatif lebih panjang. Demikian
juga untuk melatih para siswa, lembaga-lembaga kursus komputer memberikan
penawaran yang menarik misalnya dengan biaya kursus yang kompetetif atau lebih
rendah dengan biaya kursus untuk umum.
Bahkan dapat
saja terjadi bahwa lembaga kursus komputer yang menawarkan untuk melengkapi
sekolah dengan lab komputer yang misalnya terdiri atas 20 unit. Tawaran ini
disertai dengan berbagai kemudahan. Misalnya, sekolah dapat saja mencicil
pembayarannya melalui anggaran sekolah yang ada. Pihak manajemen sekolah juga
akan melakukan sosialisasi rencana untuk pengadaan lab komputer kepada para
guru, siswa, dan orangtua siswa.
Manakala lab
komputer dan fasilitas koneksi internet sudah tersedia di sekolah, maka sekolah
dapat saja menjalin kerjasama dengan berbagai institusi lainnya yang mempunyai
keahlian di bidang teknologi internet untuk pembelajaran. Tujuannya terutama
adalah untuk mempersiapkan para guru sehingga memiliki pengetahuan dan
kemampuan untuk merancang, mengembangkan, dan menyajikan materi pembelajaran
melalui pemanfaatan internet. Dalam kaitan ini, Pusat Pendidikan Terbuka/Jarak
Jauh Asia Tenggara (SEAMEO Regional Open Learning Center atau disingkat
SEAMOLEC) merupakan salah satu lembaga yang telah berpengalaman melatih
tenaga edukatif (guru, dosen, instruktur pelatihan) di bidang merancang,
mengembangkan, dan menyajikan materi pembelajaran melalui pemanfaatan internet.
Tentunya
melalui kerjasama yang dijalin oleh pihak manajemen sekolah dengan berbagai
institusi yang bergerak di bidang teknologi komputer, internet dan e-learning
akan dapat membantu sekolah dalam pengadaan komputer, fasilitas lainnya dan
penyiapan tenaga yang dibutuhkan. Sedangkan kerjasama pihak sekolah dengan
orangtua siswa akan dapat membantu sekolah membelajarkan para siswa dalam hal
pemanfaatan komputer dan internet. Kontribusi para orangtua siswa ini dapat
berupa penambahan biaya SPP setiap bulannya. Kepada para siswa juga diharapkan
agar benar-benar memanfaatkan fasilitas komputer yang akan diadakan sehingga
mereka menguasai pengetahuan dan keterampilan dasar di bidang komputer dan
internet.
Pada umumnya
para orangtua tentulah tidak keberatan sejauh peningkatan kontribusi mereka
memang akan memberikan nilai tambah kepada anak-anak mereka (added values).
Nilai tambah ini dapat saja berupa kemampuan dan keterampilan tambahan yang
dimiliki oleh para siswa di bidang pengetahuan dasar komputer sesuai dengan
perkembangan tuntutan dunia kerja. Dengan demikian, para siswa yang
menyelesaikan pendidikannya akan sekaligus juga memiliki bekal mencari kerja
berupa kemampuan dan keterampilan di bidang komputer.
PENGENALAN
PEMANFAATAN INTERNET
Dari
berbagai institusi yang telah berpengalaman menyelenggarakan kegiatan
pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi internet, ada beberapa tahapan
kegiatan yang perlu mendapat perhatian untuk dilaksanakan, seperti misalnya:
sosialisasi internal, mempersiapkan sumber daya manusianya, mempersiapkan
infrastruktur yang dibutuhkan, menjalin kerjasama dengan berbagai institusi
yang relevan dan kemudian melakukan secara bertahap pemanfaatan internet untuk
pembelajaran (perintisan).
Pengenalan
pemanfaatan internet kepada siswa dapat saja dimulai dengan penjelasan tentang
cara melakukan koneksi ke internet, pembuatan email address,
prosedur dan cara-cara menggunakan email. Setelah dinilai bahwa para
siswa telah dapat memahami informasi yang diberikan, maka guru memberikan tugas
kepada para siswa untuk mempraktekkan pengetahuan yang telah diperoleh. Tugas
ini tentunya dilakukan melalui email.
Tugas yang
diberikan guru dapat saja dimulai dari yang sangat sederhana (misalnya hanya
sekedar menjawab beberapa pertanyaan) sampai dengan penyelesaian tugas yang
membutuhkan beberapa halaman. Demikian juga dengan para siswa dalam penyerahan
tugas yang telah dikerjakannya, dilakukan dengan menggunakan fasilitas
internet. Dengan tahapan kegiatan awal yang demikian ini, guru akan dapat
mengetahui siswa yang mengalami kesulitan dalam menggunakan email dan
mereka ini segera dibantu untuk mengatasi kesulitan yang ada.
Setelah
kegiatan komunikasi melalui email berjalan lancar, maka guru dapat
mengenalkan alat komunikasi beikutnya, seperti newsgroup atau papan
bulletin dan chatting. Manaka fasilitas lab komputer, LAN, dan koneksi
internet tersedia di sekolah, maka guru bersama para siswa dapat mempraktekkan
sarana komunikasi yang disebut chatting tentunya setelah diajarkan
cara-cara penggunaannya.
Tahapan kegiatan
berikutnya yang dijelaskan oleh guru dapat saja misalnya tentang cara-cara
mencari informasi tertentu melalui internet (internet browsing),
melakukan down loading dokumen tertentu dari internet atau mengcopy
bagian tertentu dari suatu dokumen melalui internet. Dalam kaitan ini, siswa
diberi tugas untuk mencari berbagai informasi dari internet mengenai topik
tertentu dan membuat ringkasannya dengan menyebutkan sumbernya.
Hasil
pekerjaan siswa juga dikirimkan kepada guru sebagai lampiran melalui email.
Para siswa yang mengalami kesulitan senantiasa diberi kesempatan untuk
mengemukakannya langsung kepada guru melalui email sehingga guru dapat
membantu siswa mengatasi kesulitannya. Dengan memanfaatkan email secara
optimal maka secara berangsur-angsur para siswa telahmengembangkan budaya email
di dalam dirinya.
Penjelasan
atau pengenalan internet kepada siswa yang dilakukan secara bertahap dan
diikuti langsung dengan penugasan-penugasan akan dapat lebih memantapkan rasa
percaya diri siswa mengenai kemampuan dan keterampilan yang telah dipelajarinya
di sekolah. Para siswapun diberi kesempatan untuk mencoba menerapkan bekal
pengetahuan dan keterampilannya dan kemudian melaporkan hasilnya kepada
gurunya. Untuk memenuhi tugas praktek ini, ada baiknya para siswa membentuk
kelompok-kelompok kecil. Tujuannya adalah agar dapat saling berkontribusi dalam
menghadapi kemungkinan kesulitan/kendala yang dihadapi sekaligus juga akan
dapat meringankan biaya akses internet.
PERINTISAN
PEMANFAATAN INTERNET UNTUK PEMBELAJARAN
Setelah
berbagai persiapan yang berkaitan dengan pemanfaatan internet untuk kegiatan
pembelajaran, maka langkah berikutnya yang dilakukan sekolah adalah
menyelenggarakan perintisan. Tentunya dimulai dari beberapa mata pelajaran yang
gurunya memang telah memperlihatkan kesungguhan dan antusias untuk melaksanakan
perintisan pemanfaatan internet untuk pembelajaran.
Langkah-langkah
kegiatannya dapat saja dimulai dari yang paling sederhana, yaitu mengoptimalkan
pemanfaatan email dalam pemberian tugas oleh guru dan penyerahan hasil
pelaksanaan tugas oleh siswa. Kemudian, pemberian tugas yang mengkondisikan
siswa untuk melakukan browsing dan mendiskusikan topik-topik tertentu
melalui mailing list (milis), newsgroup, atau yang disebut juga
papan bulletin.
Jika sekolah
memungkinkan untuk mempersiapkan gurunya menggunakan perangkat lunak (software)
tertentu untuk mengembangkan dan menyajikan materi pembelajaran, maka sekolah
dapat saja memulai perintisan pemanfaatan internet untuk pembelajaran dengan
menggunakan software yang telah dikuasai. Tentunya harus menjadi
pertimbangan pihak manajemen sekolah apabila software yang akan
digunakan itu adalah jenis yang harus dibeli. Kalaupun seandainya sekolah
memang mampu untuk membeli software-nya, langkah pertimbangan berikutnya
adalah apakah memang mudah penggunaannya (user friendly). Jika memang
ya, maka para guru juga haruslah mensosialisasikan kepada para siswa software
yang akan digunakan.
Hambatan dan
Tantangan Mengakses Internet
Salah satu
hambatan yang dihadapi siswa dalam mengakses internet adalah instruksi atau
pedoman yang diberikan komputer dalam bahasa Inggris. Kekhawatiran para siswa
akan ketidakmampuan mereka memahami instruksi/pedoman yang berbahasa Inggris
dalam mengakses internet seyogianya tidak perlu terjadi. Pola pikir atau sikap
para siswa ini harus dibalik, yaitu mengubah hambatan menjadi tantangan.
Hambatan akan tetap menjadi hambatan apabila tidak diselesaikan. Dengan
keberanian menyelesaikan hambatan, berarti telah terjadi satu langkah kemajuan.
Kemampuan
berbahasa (termasuk bahasa Inggris) akan semakin meningkat apabila semakin
tinggi frekuensi penggunaannya. “Perasaan takut membuat kesalahan” haruslah
ditinggalkan dan diganti dengan “keberanian belajar yang benar melalui
kesalahan”. Inilah tantangan bagi para siswa dan bukan justru disikapi
sebaliknya. Hendaknya motivasi atau semangat para siswa untuk memanfaatkan
internet bagi kepentingan pembelajaran tidak perlu menjadi surut hanya
semata-mata karena tingkat penguasaan bahasa Inggris yang dirasakan belum baik.
Perasaan
kurang percaya diri akan kemampuan yang dimiliki untuk memanfaatkan teknologi
internet (gagap teknologi atau gatek) merupakan faktor lain yang juga dapat
menjadi hambatan. Sekalipun misalnya sudah dibekali dengan pengetahuan tentang
prosedur atau cara-cara pemanfaatan internet di sekolah, masih ada saja para
siswa yang merasa ragu-ragu atau belum berani memanfaatkan internet.
Kecenderungan kelompok siswa yang demikian ini adalah menjadi ‘penggembira’
atau ‘penonton’ di kalangan teman-temannya sewaktu mereka harus melakukan akses
internet.
Perasaan
kurang percaya diri yang berkembang di kalangan para siswa dipengaruhi juga
oleh tingkat penguasaan bahasa Inggris mereka. Kemungkinan akan berbeda halnya
apabila bahasa Indonesia termasuk salah satu di antara bahasa instruksi/pedoman
yang digunakan sebagai bahasa instruksi/pedoman di internet. Sebagaimana halnya
yang dilakukan oleh beberapa negara lainnya, seperti Korea, Jepang, dan Cina.
Salah satu upaya untuk membudayakan pemanfaatan teknologi internet di kalangan
masyarakat, penggunaan bahasa nasional merupakan faktor yang sangat penting.
Teknologi diperkenalkan kepada masyarakat melalui pendekatan budaya.
Faktor
kemampuan finasial para orangtua siswa juga akan turut mempengaruhi sikap siswa
dalam melakukan akses internet. Kondisi ini tentunya sangat dirasakan oleh para
siswa yang berasal dari keluraga yang ‘hidupnya pas-pasan’. Hambatan
keterbatasan finansial ini tentunya akan dapat diatasi melalui ‘usaha patungan’
di antara beberapa orang siswa.
Upaya lain
untuk mengatasi hambatan finansial adalah tidak melakukan penyelesaian tugas
selama koneksi internet berlangsung karena akan membutuhkan banyak waktu
sehingga akan memperbesar biaya akses internet. Karena itu, disarankan agar
tugas yang diberikan guru diselesaikan terlebih dahulu dan setelah selesai,
barulah file elektroniknya di copy ke disket untuk dikirimkan sebagai attachment
melalui email.
Jika
kaitannya dengan mencari informasi berupa hasil-hasil penelitian atau kajian
melalui internet, maka disarankan agar apabila informasi atau dokumen yang
dicari dari internet sudah ditemukan, langsung saja di ‘download’ ke
disket. Mempelajari dokumennya dapat dilakukan di luar koneksi internet. Dengan
cara demikian ini maka waktu yang digunakan untuk koneksi ke internet akan
dapat ditekan sesingkat mungkin sehingga konsekuensi biaya yang dikeluarkan
akan relatif lebih sedikit.
Langganan:
Postingan (Atom)